Tren Perilaku Konsumen 2024
Bisnis

7+ Tren Perilaku Konsumen 2026: Apa yang Berubah?

DoranDev – Di tahun 2026, mengetahui tren perilaku konsumen adalah hal penting karena dapat menjadi penentu bagi kesuksesan bisnis Anda. Sebab, tren terus berkembang dan menyesuaikan dengan perubahan sosial, ekonomi, atau teknologi. Dengan memahami tren terbaru, Anda dapat lebih mudah dalam mengatur strategi menjual produk. Yuk, sekarang cari tahu tentang apa saja tren perilaku konsumen 2026 berikut!

Tren Perilaku Konsumen 2026

Tren Perilaku Konsumen 2024
sc: Freepik

Tren perilaku konsumen mencerminkan pola perubahan dalam preferensi, sikap, dan kebiasaan pembelian. Memahami tren tidak hanya dapat menambah wawasan, tetapi juga membuat Anda lebih strategis dalam menawarkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen saat ini. Tren perilaku konsumen 2026 menunjukkan beberapa pergeseran menarik yang perlu Anda cermati dan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Konsumen Semakin Aktif Berbelanja Secara Digital

Tren perilaku konsumen 2026 semakin menunjukkan pergeseran ke arah digital. Sebelum membeli produk, konsumen kini cenderung mencari informasi melalui mesin pencari, media sosial, marketplace, hingga konten dari creator untuk membandingkan produk. 

Media sosial juga semakin berperan dalam mendorong keputusan pembelian. TikTok dapat membuat produk menjadi viral, Instagram membantu brand menampilkan produk secara visual, sementara ulasan marketplace memberikan pertimbangan sebelum konsumen melakukan transaksi. 

Di sisi lain, live shopping membuat proses mencari informasi dan membeli produk menjadi semakin menyatu. Konsumen dapat melihat demonstrasi produk, berinteraksi dengan penjual atau kreator, kemudian melakukan pembelian dalam satu platform.

Pengaruh kreator juga semakin kuat dalam customer journey. Content creator kini berfungsi sebagai media promosi sekaligus sumber rekomendasi yang dianggap lebih dekat dengan pengalaman pengguna. Karena itulah, brand perlu mempertimbangkan kolaborasi dengan kreator untuk membangun kehadiran digital.

2. Brand yang Autentik Lebih Diminati

Selanjutnya konsumen lebih memperhatikan bagaimana sebuah brand berkomunikasi dan membangun hubungan dengan audiensnya. Konsumen tidak hanya melihat produk atau harga, tetapi juga ingin mengetahui cerita, nilai, dan cara brand memperlakukan pelanggannya.

Oleh karena itu, strategi marketing yang terlalu formal dan terasa seperti iklan menjadi kurang relevan bagi sebagian konsumen, terutama generasi muda. Mereka lebih mudah tertarik pada konten yang menunjukkan sisi manusia dari sebuah brand. 

Misalnya, brand membagikan proses dibalik pembuatan produk, cerita pendirinya, pengalaman pelanggan, atau bagaimana bisnis menghadapi suatu tantangan. Brand tidak hanya mengatakan bahwa produknya bagus, tetapi juga menunjukkan alasan di balik produk tersebut dan nilai yang ingin dibawa. 

Baca juga: 15+ Peluang Usaha 2026: Bisnis Offline dan Online yang Bisa Dicoba

 Tren Perilaku Konsumen 2026
sc: Vitamin Retailer

3. Pengalaman Pelanggan Semakin Penting

Pada 2026, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga dan kualitas produk, tetapi juga pengalaman yang mereka dapatkan ketika berinteraksi dengan sebuah brand. Mulai dari saat mencari informasi hingga menerima produk. setiap tahapan dapat memengaruhi bagaimana konsumen menilai sebuah brand.

Pengalaman yang baik biasanya dimulai dari hal-hal sederhana, seperti informasi produk yang mudah ditemukan, proses pembelian yang praktis, respon yang cepat, serta komunikasi yang jelas dan ramah. Bahkan, pengalaman positif juga dapat mendorong repeat order dan rekomendasi dari pelanggan. 

Di era media sosial, pengalaman tersebut juga bisa menjadi bentuk pemasaran secara tidak langsung karena pelanggan dapat membagikan pengalaman mereka kepada orang lain. Karena itu, bisnis perlu memperhatikan customer experience sebagai bagian penting dari strategi pemasaran dan membangun loyalitas pelanggan.

4. Peran Data dan AI untuk Memahami Konsumen

Di tengah perkembangan teknologi digital, pelaku bisnis tentu semakin mengandalkan data dan AI untuk memahami perilaku konsumen. Data dapat berguna untuk membuat strategi pemasaran yang lebih relevan dengan kebutuhan audiens.

AI juga membuat proses analisis data menjadi lebih mendalam. Salah satu penerapannya adalah sistem rekomendasi yang dapat mempelajari perilaku konsumen untuk memberikan saran produk. Misalnya, ketika seseorang sering melihat atau membeli produk tertentu, sistem dapat menampilkan produk lain yang memiliki karakteristik yang serupa.

 Tren Perilaku Konsumen 2026
sc: Adlns

5. Bisnis Harus Cepat Beradaptasi

Perubahan tren perilaku konsumen yang semakin cepat membuat bisnis perlu lebih fleksibel dalam menjalankan strategi. Cara yang berhasil sebelumnya belum tentu tetap efektif ketika perilaku konsumen mulai berubah. Karena itu, bisnis perlu terus memperhatikan perkembangan pasar agar tidak tertinggal.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah rutin melakukan riset pasar dan memantau perilaku konsumen. Anda dapat melihat tren di media sosial, membaca feedback pelanggan, mengamati perubahan pola pembelian, hingga memperhatikan strategi yang digunakan kompetitor.

Selain mengamati perubahan, bisnis juga perlu berani mencoba strategi baru. Misalnya, menguji format konten yang berbeda, mencoba platform baru, atau menyesuaikan cara berkomunikasi. Adaptasi tidak selalu berarti mengubah seluruh strategi, tetapi melakukan penyesuaian secara bertahap berdasarkan kondisi yang dihadapi. 

Baca juga: 10+ Peluang Bisnis Minuman Kemasan Cup yang Menguntungkan

6. Harga dan Nilai Produk Jadi Pertimbangan

Harga memang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keputusan pembelian. Namun, trend perilaku konsumen 2026 tidak selalu memilih produk dengan harga paling murah. Mereka juga mulai melihat nilai yang ditawarkan, seperti kualitas, pengalaman, keberlanjutan, hingga kesesuaian produk dengan nilai yang mereka yakini.

Hal ini terlihat dari perilaku Generasi Z dan milenial yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Sebagian konsumen bahkan bersedia membayar lebih untuk produk yang dianggap lebih ramah lingkungan atau memiliki nilai sosial tertentu. Artinya, harga dapat menjadi lebih mudah diterima ketika konsumen merasa manfaat dan nilai produk sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

 Tren Perilaku Konsumen 2026
sc: Forbes Councils

7. Layanan Berlangganan Semakin Populer

Model berlangganan kini semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumen tidak selalu membeli produk atau layanan satu kali, tapi rela membayar rutin untuk mendapatkan akses. Pola ini dapat ditemukan dalam berbagai kategori, mulai dari hiburan, software, media digital, hingga layanan kebutuhan sehari-hari.

Kemudahan menjadi salah satu alasan model ini semakin diminati. Dengan sistem pembayaran otomatis, konsumen dapat terus menggunakan layanan tanpa perlu melakukan transaksi berulang. Untuk mempertahankan pelanggan, Anda perlu menawarkan nilai yang jelas. Sebagai contoh, fasilitas eksklusif, konten khusus, layanan yang lebih personal, hingga bundling pada beberapa layanan.

8. Produk Kesehatan Semakin Diminati

Tren konsumen 2026 yang terakhir adalah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan. Konsumen mulai mencari berbagai produk dan teknologi yang dapat membantu menjaga kesehatan, mengelola stres, meningkatkan kualitas tidur, hingga melakukan perawatan diri dari rumah.

Perkembangan teknologi juga membuat produk kesehatan semakin mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat wearable, aplikasi kesehatan mental, teknologi pemantauan tidur, hingga alat biofeedback untuk memantau kondisi tubuh dan kebiasaan mereka secara lebih praktis. 

Tren ini menunjukkan bahwa konsumen semakin melihat kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Bagi bisnis, perubahan ini dapat menjadi peluang untuk menghadirkan produk yang membantu konsumen menjaga kesehatan secara lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: 10+ Aplikasi Pembuat Invoice Terbaik 2026, Praktis untuk Pelaku Bisnis

Penutup

Riset Pemasaran
SC: Freepik

Itulah pembahasan mengenai tren perilaku konsumen 2026 yang dapat Anda jadikan acuan untuk meningkatkan penjualan. Tren tersebut akan membantu pebisnis untuk menemukan peluang baru dan mempertahankan bisnis. Jika membutuhkan bantuan aplikasi untuk mengatur kebutuhan bisnis, Anda dapat mengembangkan aplikasi bisnis online dari DoranDev. Hubungi DoranDev untuk konsultasi lebih lanjut dan raih kesuksesan sekarang! 

Read More
Contoh Perusahaan Go Public
Bisnis

11 Contoh Perusahaan Go Public yang Sukses di Indonesia

DoranDev – Banyaknya IPO (Initial Public Offering) atau perusahaan go public, membuat laju pertumbuhan ekonomi meningkat. Salah satu faktornya yaitu perusahaan memperoleh pendanaan dari masyarakat yang membeli sahamnya. Perusahaan yang go public dapat meningkatkan brand awareness di mata masyarakat luas. Berikut ini merupakan beberapa contoh perusahaan go public dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal Indonesia. 

Contoh Perusahaan Go Public di Indonesia

Di Indonesia, sudah banyak perusahaan yang telah memilih untuk go public. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya serta meningkatkan kredibilitas perusahaan. Keuntungan lainnya, masyarakat juga mendapat kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang sukses. Berikut beberapa contoh perusahaan go public yang populer: 

1. Bank Central Asia (BBCA) 

BCA
SC: VOI

Bank Central Asia atau yang lebih dikenal dengan BCA merupakan salah satu perusahaan perbankan yang konsisten dengan nilai kapitalisasi pasar besar di BEI. Perusahaan yang kini dimiliki oleh Group Djarum ini mempunyai nilai market cap sebesar 1.087,902 triliun rupiah. Harga saham berkode BBCA mencapai lebih dari 8.700 per lembar dengan saham yang beredar sejumlah 2.914.546.140 lembar. 

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 

BRI
sc: Liputan6.com

Perusahaan go public terbesar berikutnya juga berasal dari sektor perbankan yaitu BRI. Tercatat, saham perusahaan perbankan BUMN dijual dengan harga 4.590 per lembar dengan kapitalisasi pasar senilai lebih dari 688 triliun rupiah. Per Januari 2022, saham BRI dijual seharga Rp4.160 per lembar dan kini dijual seharga Rp4.590. Hal ini menunjukkan bahwa  kenaikan harga sahamnya hanya kurang dari 10% sepanjang tahun. 

Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Perusahaan, Biar Bisnis Makin Produktif!

3. Bank Mandiri (BMRI) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: VIVA

Masih dari sektor keuangan, Bank Mandiri atau BMRI juga termasuk perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Saham perusahaan perbankan hasil penggabungan 5 bank kecil pasca krisis moneter ini dijual dengan harga di atas Rp10.000 per lembar. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 466 triliun rupiah. Harga saham BMRI dijual sekitar Rp 7.000 per saham. Dilansir dari Investbro, sepanjang tahun 2022 harga saham BMRI naik sekitar Rp 3.000 per lembar atau lebih dari 40%. 

4. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) 

Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
SC: Bromindo

Lembaga yang didirikan sejak tahun 1875 ini menjadi salah satu perusahaan tersukses di pasar modal sejak tahun 1998. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk dikenal karena bangunannya berfungsi sebagai rumah, tempat bisnis, dan tempat pemujaan. Selain itu, ada juga beberapa hotel yang dibangun di bawah JSPT, antara lain Hyatt Regency di Yogyakarta dan Bali, Mercure di Sanur, Ibis di Jakarta, Pop! Hotel di Bandung, Grand Hyatt Bali, dan Andaz Bali.

5. MNC Land (KPIG) 

MNC Land
SC: IDNFinancials

Siapa yang tidak kenal dengan MNC Group? Raksasa media dan hiburan ini juga memiliki perusahaan yang bergerak di sektor pengembangan properti yaitu MNC Land (KPIG). Harga saham KPIG terus mengalami perkembangan meski sempat terjatuh karena pandemi. Sebagai salah satu contoh perusahaan go public yang sukses di Indonesia, KPIG berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya sebesar 69% di kuartal pertama tahun 2023. 

Baca Juga: Aplikasi Bisnis Untuk Memulai Bisnismu

6. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, merupakan salah satu perusahaan digital terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang App Development. Sejak awal perdagangannya, perusahaan ini telah menunjukkan kesuksesan. GoTo Gojek Tokopedia menawarkan berbagai layanan yang membantu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Layanan utamanya, meliputi aplikasi Gojek, e-commerce, dan dompet digital.

7. Telkom Indonesia (Persero) (TLKM) 

Telkom
SC: Detik.com

Telkom yang merupakan perusahaan BUMN dan bergerak di bidang telekomunikasi ini berhasil mencapai saham berstatus blue chip. Tidak hanya di BEI, Telkom juga sudah listing di New York Stock Exchange dengan kode TLK. Kini 52.09% saham perusahaan dimiliki oleh Pemerintah RI dan 47% sisanya dimiliki oleh masyarakat secara luas. Harga sahamnya juga terbilang stabil, sebab saham perusahaan dijual dengan harga 4.180 per lembar pada awal tahun 2022. 

8. Bayan Resources (BYAN) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: Lombok Insider

Didirikan oleh Low Tuck Kwong pada tahun 1973, Bayan Resources bergerak di bidang pertambangan batubara dan terletak di Kalimantan Timur. Harga batubara yang terus meningkat sepanjang tahun membuat harga saham ikut meningkat, dari Rp26.000 per lembar menjadi Rp92.000 per lembar di tahun 2022. Tingginya harga saham ini menjadikan Bayan Resources menjadi salah satu saham dengan harga termahal di BEI. 

9. Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
sc: baritorenewables

PT Barito Renewables Energy Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi baru terbarukan, khususnya pembangkit listrik panas bumi (geothermal). Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia, BREN menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga menjadi bagian dari grup bisnis Barito Pacific dan terus memperluas investasinya di sektor energi hijau.

10. DCI Indonesia Tbk (DCII)

DCI Indonesia Tbk (DCII)
sc: Sumut – VOI

PT DCI Indonesia Tbk adalah penyedia layanan pusat data (data center) yang melayani berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan (cloud computing) dan transformasi digital, DCI Indonesia berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

11. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
sc: IDX Channel

PT Amman Mineral Internasional Tbk merupakan perusahaan pertambangan yang berfokus pada produksi tembaga dan emas melalui tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa. Sejak resmi menjadi perusahaan terbuka, AMMN berhasil masuk dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga terus mengembangkan fasilitas pengolahan mineral untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambangnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi CRM untuk Bisnis Anda!

Penutup 

Beberapa contoh perusahaan go public di Indonesia yang telah dijelaskan tadi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat berkembang dan mencapai kesuksesan. Setiap perusahaan wajib mengelola bisnisnya dengan baik. Salah satunya bisa menggunakan aplikasi bisnis online dari DoranDev. Fitur-fitur di dalam aplikasi akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi CS kami di sini! 

Read More
Cara Memulai Bisnis Thrifting
Bisnis

10 Cara Memulai Bisnis Thrifting yang Cocok Bagi Pemula

DoranDev — Bisnis thrift shop semakin populer di kalangan anak muda. Gaya berpakaian unik dengan harga terjangkau menjadi alasan aktivitas thrifting diminati. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis ini, penting untuk mengetahui cara memulai bisnis thrifting dengan baik.

Jika Anda memiliki ketertarikan di dunia fashion atau sedang mencari peluang usaha baru, membuka thrift shop bisa menjadi pilihan menarik. Berikut ini beberapa tips memulai bisnis thrift shop yang dapat Anda terapkan.

10 Cara Memulai Bisnis Thrifting

Cara Memulai Bisnis Thrifting
Sc: Freepik

Bisnis thrift shop kini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Barang-barang bekas pakai banyak digemari karena kualitasnya yang masih bagus dan harganya lebih terjangkau. Jika Anda serius ingin memulai usaha ini, simak beberapa langkah berikut.

1. Tentukan Produk yang Ingin Dijual 

Langkah awal dalam memulai bisnis thrift shop adalah menentukan jenis produk yang ingin dijual. Produk thrift tidak hanya terbatas pada pakaian, tetapi juga bisa berupa tas, sepatu, aksesori, buku, hingga barang-barang rumah tangga.

Jika memilih menjual pakaian, tentukan juga jenis fashion yang ingin Anda tawarkan, misalnya fashion vintage, streetwear, atau Korean style. Dengan menentukan produk secara spesifik, Anda bisa lebih mudah menyesuaikan konsep bisnis, strategi pemasaran, dan target pasar.

2. Tentukan modal Anda 

Setelah menentukan jenis produk, langkah selanjutnya adalah menghitung dan menyiapkan modal yang dibutuhkan. Modal usaha bisa bervariasi tergantung pada skala bisnis dan jenis barang yang ingin dijual.

Salah satu tantangan dalam bisnis ini adalah menemukan barang berkualitas dalam kondisi baik. Oleh karena itu, Anda perlu bersabar dan teliti saat berbelanja stok barang, agar modal yang dikeluarkan bisa maksimal.

Baca Juga: Bisnis Thrifting: Peluang Usaha Menguntungkan dengan Modal Kecil

Memulai Thrifting
Sc: Freepik

3. Riset Target Market

Riset pasar penting dilakukan untuk memahami target konsumen Anda dan yang mereka butuhkan. Selain itu, riset juga membantu dalam menentukan gaya produk, strategi promosi, hingga harga jual yang kompetitif. Dengan ini, Anda bisa menghadirkan sesuatu yang unik.

4. Pilih Supplier yang Tepat

Beberapa supplier menyediakan paket reseller atau grosiran. Sebelum bekerja sama, pastikan Anda melakukan perbandingan harga, kualitas barang, sistem pengiriman, hingga kebijakan retur. Supplier yang baik akan sangat membantu kelancaran bisnis Anda.

‍5. Perhatikan Kebersihan Barang Thrift

Cara memulai bisnis thrifting berikutnya adalah dengan memperhatikan kualitas dan kebersihan barang. Semua barang, terutama pakaian, sebaiknya dicuci, disetrika, atau dilaundry terlebih dahulu sebelum dijual. Barang yang bersih dan rapi akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

6. Buat Nama Brand Sendiri

Penting untuk membuat nama brand sendiri untuk membangun identitas bisnis yang kuat. Meski produk berasal dari supplier, Anda tetap bisa membangun brand sendiri yang membedakan usaha dari kompetitor. Gunakan nama yang mudah diingat, unik, dan relevan.

Brand yang kuat tidak hanya membantu membangun citra profesional, tetapi juga menciptakan kesan yang lebih personal di mata pelanggan. Anda juga dapat memperkuat branding melalui logo, kemasan, dan gaya komunikasi yang konsisten di media sosial.

Baca Juga: Soft Opening Toko: Ini Manfaat bagi Bisnis dan Tips Melakukannya

Tips Bisnis Thrifting
Sc: Freepik

7. Buat Foto Produk yang Menarik

Visual merupakan aspek penting dalam bisnis online. Foto produk yang menarik dan informatif dapat meningkatkan daya tarik serta kepercayaan konsumen. Anda tidak perlu menggunakan peralatan mahal, yang terpenting adalah pencahayaan cukup dan latar belakang yang bersih.

Ambil foto dari beberapa angle untuk menampilkan detail produk secara menyeluruh. Jika memungkinkan, gunakan model atau tampilkan produk saat dikenakan agar pembeli bisa membayangkan tampilannya saat dipakai.

8. Tentukan Harga yang Sesuai

Anda bisa melakukan riset terhadap harga pasar atau toko thrift lain sebagai perbandingan. Hindari menetapkan harga terlalu tinggi ataupun rendah. Pastikan harga sesuai dengan kondisi produk, biaya operasional, serta margin keuntungan yang realistis.

Selain itu, sesuaikan pula harga dengan daya beli target pasar Anda agar produk lebih mudah terserap. Jika perlu, buatlah daftar harga khusus untuk promo atau bundling produk agar pembeli merasa mendapatkan nilai lebih.

9. Gunakan Berbagai Platform Online untuk Berjualan

Manfaatkan berbagai platform online untuk menjual produk, seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Buat konten yang menarik dan konsisten, serta berikan informasi lengkap mengenai produk.

Anda dapat menuliskan sejumlah informasi, mulai dari merek, ukuran, kondisi fisik, dan harga. Tujuannya agar calon pembeli lebih mudah dalam menentukan barang. Semakin informatif konten Anda, semakin besar peluang produk untuk terjual.

10. Kirim Barang dengan Cepat

Setelah transaksi dilakukan, pastikan proses pengemasan dan pengiriman dilakukan dengan cepat. Gunakan bahan kemasan yang aman agar barang tetap dalam kondisi baik saat sampai di tangan pembeli. Kecepatan dan ketepatan pengiriman akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Selain itu, berikan nomor resi pengiriman secara langsung agar pembeli dapat memantau status pesanan mereka. Respon yang cepat dan transparansi dalam proses ini akan menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan.

Baca Juga: Contoh Bisnis Model Canvas Fashion, Sukses di Industri Mode!

Penutup

Bisnis Thrifting
Sc: Freepik

Itulah beberapa cara memulai bisnis thrift shop agar mendapatkan keuntungan maksimal dan mendukung bisnis berkelanjutan. Perencanaan dan strategi pemasaran yang tepat, bisnis ini bisa berkembang pesat dan memiliki basis pelanggan yang loyal.

Semoga tips di atas bisa membantu Anda memulai langkah pertama dalam dunia thrifting. Jika ingin mengelola bisnis dengan cara yang lebih maksimal, dapat menggunakan aplikasi Jebusiness.

Read More
Campus Hiring
Sistem Manajemen

Mengenal Campus Hiring: Manfaat, Tantangan, dan Tipsnya

DoranDev — Banyak perusahaan melakukan metode Campus Hiring untuk mencari kandidat potensial. Namun, seperti strategi rekrutmen lainnya, metode ini juga memiliki kelemahan. Lalu, bagaimana cara kerja dan tips sukses melakukan program rekrutmen kampus? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Campus Hiring?

Campus Hiring
Sc: Freepik

Campus hiring adalah metode rekrutmen perusahaan dengan mendatangi kampus atau universitas untuk mencari calon karyawan. Biasanya, perusahaan bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk menjaring mahasiswa tingkat akhir atau yang baru lulus.

Tujuan utamanya adalah menemukan bakat muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai kebutuhan. Prosesnya meliputi berbagai tahapan seperti seminar perusahaan, tes kemampuan, wawancara di kampus, hingga penawaran magang. Keunggulan metode ini bersifat timbal balik, perusahaan dapat merekrut kandidat berbakat lebih awal sekaligus membentuk mereka sesuai budaya kerja. Mahasiswa mendapat kesempatan langsung bekerja setelah lulus.

Selain efisien dalam pencarian talenta, rekrutmen kampus juga membantu perusahaan membangun citra positif di kalangan generasi muda serta memperluas jaringan sumber daya manusia. Dengan demikian, strategi ini menjadi solusi praktis bagi perusahaan yang ingin mendapatkan SDM berkualitas sekaligus memberi jalan bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional.

Manfaat Campus Hiring

Manfaat Melakukan Rekrutmen Kampus
Sc: Freepik

Tingginya angka pengangguran di kalangan fresh graduate seringkali disebabkan oleh persaingan ketat di dunia kerja. Meskipun lowongan kerja tersedia cukup banyak, perusahaan cenderung selektif dalam mencari kandidat yang benar-benar kompeten. Karena itulah, program rekrutmen kampus hadir sebagai solusi membantu perusahaan menemukan talenta muda sekaligus memudahkan mahasiswa tingkat akhir sebelum memasuki dunia profesional. Berikut adalah manfaatnya:

1. Efisiensi Waktu dan Biaya

Rekrutmen konvensional seringkali memakan waktu dan biaya besar, terutama jika salah pilih kandidat. Campus hiring memungkinkan perusahaan melakukan rekrutmen secara massal di kampus, meminimalisir posisi kosong yang berkepanjangan.

2. Memperluas Talent Pool

Melakukan rekrutmen kampus tidak hanya bertujuan untuk mencari karyawan di masa sekarang, melainkan jaringan talenta. Bahkan kandidat yang belum lolos seleksi bisa berkemungkinan akan cocok di masa mendatang.

3. Meningkatkan Employer Branding

Kehadiran perusahaan di kampus tidak hanya untuk rekrutmen, tetapi juga membangun citra positif di kalangan calon karyawan. Employer branding yang kuat akan menarik talenta-talenta terbaik untuk bergabung.

4. Mendapatkan Kandidat yang Melek Teknologi

Generasi Z yang mendominasi lulusan baru umumnya tech-savvy. Campus hiring memungkinkan perusahaan merekrut talenta dengan kemampuan digital yang mumpuni, sesuai kebutuhan era modern.

Baca Juga: Perbedaan HRD dan Personalia: Kunci Sukses Pengelolaan SDM

Kelemahan Campus Hiring

Rekrutmen Kampus
Sc: Freepik

Meskipun metode rekrutmen kampus menjadi strategi untuk menjaring talenta muda terbaik, program ini juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut kekurangan dari campus hiring yang perlu diketahui perusahaan.

  • Jangkauan terbatas: Kandidat hanya berasal dari kampus mitra, sehingga berpotensi melewatkan talenta di luar lingkup perguruan tinggi.
  • Minim keragaman: Populasi kampus yang homogen dapat menghasilkan tim kerja dengan latar belakang seragam, sehingga mengurangi perspektif berbeda.
  • Pengalaman kerja minim: Fresh graduate umumnya hanya memiliki bekal akademis tanpa pengalaman lapangan yang memadai.
  • Biaya dan waktu besar: Membutuhkan investasi signifikan untuk mengikuti event kampus, job fair, dan koordinasi dengan institusi pendidikan.
  • Tidak fleksibel untuk semua posisi: Kurang efektif untuk merekrut posisi yang membutuhkan keahlian khusus atau pengalaman kerja panjang.
  • Proses adaptasi panjang: Karyawan baru perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan tuntutan pekerjaan.
  • Persaingan antar perusahaan: Kampus ternama sering menjadi rebutan banyak perusahaan, menyulitkan perolehan kandidat terbaik
  • Ketergantungan pada kualitas kampus: Hasil rekrutmen sangat bergantung pada kualitas kurikulum dan pengajaran di kampus mitra.

Baca Juga: Ini Komponen dan Rumus Mudah Menghitung Biaya Rekrutmen Karyawan

Tips Sukses Melakukan Campus Hiring

Tips Melakukan Campus Hiring
Sc: Freepik

Kesuksesan program ini dibutuhkan persiapan matang dan pendekatan yang tepat. Perusahaan perlu mengetahui cara membangun relasi strategis, proses seleksi yang selektif, hingga tips-tips lainnya sebagai berikut.

1. Pilih Kampus yang Sesuai dengan Strategi

Sebelum memulai, buatlah daftar kampus yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Fokus pada perguruan tinggi dengan jurusan relevan agar proses rekrutmen lebih tepat sasaran dan efisien untuk mendapatkan kandidat terbaik.

2. Hadirkan Presentasi yang Berkesan

Pilih tim presenter yang komunikatif dan bersemangat dari perusahaan. Presenter yang interaktif akan menciptakan gambaran positif tentang budaya kerja di perusahaan. Sebab, kesan pertama bisa menentukan minat calon karyawan.

3. Sampaikan Informasi Pekerjaan dengan Jelas

Buat deskripsi pekerjaan yang singkat namun informatif. Gunakan bahasa yang mudah dipahami mahasiswa sehingga mereka bisa langsung menilai apakah posisi tersebut sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

4. Manfaatkan Jaringan Alumni

Libatkan alumni kampus yang sudah bekerja di perusahaan Anda sebagai narasumber. Pengalaman langsung dari senior mereka akan menjadi testimoni paling meyakinkan bagi mahasiswa yang sedang mencari peluang berkarir.

Baca Juga: 10 Jenis Metrik Rekrutmen dan Cara Menggunakannya

Penutup

Campus hiring menjadi strategi efektif bagi perusahaan untuk menjaring talenta muda berkualitas langsung dari perguruan tinggi. Meski menawarkan berbagai manfaat, metode ini juga memiliki sejumlah tantangan.

Setelah mendapatkan karyawan potensial, perusahaan perlu memaksimalkan sistem manajemen karyawan. Salah satunya bisa dengan aplikasi absensi online gratis dari DoranDev. Informasi lebih lanjut bisa hubungi via WhatsApp!

Read More
Apa Itu Attrition Rate
HRD, Karyawan

Apa Itu Attrition Rate? Simak Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Cara Menghitungnya!

DoranDev — Salah satu metrik yang berperan penting dalam membantu perusahaan adalah attrition rate. Bagi Anda yang belum pernah mendengar tentang apa itu attrition rate, metrik ini berfungsi untuk menilai tingkat kepuasan karyawan pada perusahaan.

Memahami attrition rate menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan dan kesehatan organisasi di tengah situasi bisnis yang terus mengalami perubahan. Berikut pengertian, jenis, penyebab, dan cara menghitung attrition rate secara efektif.

Apa Itu Attrition Rate? 

Apa Itu Attrition Rate
Sc: Freepik

Employee attrition adalah proses ketika karyawan meninggalkan perusahaan, baik secara sukarela maupun tidak, dalam suatu periode tertentu. Angka attrition yang terlalu tinggi bisa menjadi sinyal bahaya bagi perusahaan. Dalam manajemen SDM, rasio attrition digunakan untuk mengukur dampaknya terhadap organisasi.

Attrition rate biasanya dinyatakan dalam persentase dan menggambarkan seberapa cepat karyawan keluar tanpa adanya pengganti yang langsung. Jika tidak dikendalikan dengan baik, maka bisa mengganggu operasional hingga penurunan produktivitas. Oleh karena itu, perusahaan perlu memantau dan mengevaluasi tingkat attrition secara rutin sebagai langkah preventif.

Jenis-Jenis Attrition Rate 

Attrition Rate Adalah
Sc: Freepik

Dalam dunia HR, attrition rate tidak bisa dipandang sebagai satu metrik tunggal karena ada beberapa jenis attrition yang diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan dampaknya terhadap perusahaan. Simak jenis-jenis berikut.

1. Voluntary Attrition (Attrition Sukarela)

Voluntary Attrition terjadi ketika karyawan memilih untuk meninggalkan perusahaan atas kehendaknya sendiri. Alasannya bisa beragam, mulai dari keinginan untuk mencari peluang karier yang lebih baik hingga alasan pribadi. Jika yang keluar adalah talenta unggulan, tentu hal ini bisa berdampak negatif bagi produktivitas dan stabilitas tim.

2. Involuntary Attrition (Attrition Tidak Sukarela)

Involuntary attrition terjadi saat perusahaan mengakhiri hubungan kerja dengan karyawan. Alasannya bisa karena restrukturisasi, efisiensi, atau performa. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak pada penurunan semangat kerja tim lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Talent Acquisition? Strategi untuk Mencari Talenta Terbaik!

3. Functional Attrition (Attrition Fungsional)

Jenis attrition ini dianggap “positif” karena terjadi ketika perusahaan kehilangan karyawan yang kinerjanya kurang optimal. Kehilangan individu yang kurang berkontribusi justru membuka peluang untuk peningkatan kualitas tim.

4. Dysfunctional Attrition (Attrition Disfungsional)

Dysfunctional Attrition adalah jenis yang paling dihindari oleh perusahaan. Umumnya terjadi ketika karyawan berkompetensi tinggi memutuskan untuk keluar karena faktor internal, seperti lingkungan kerja yang tidak mendukung atau manajemen yang buruk.

Kehilangan mereka bisa berdampak besar pada performa dan kesuksesan jangka panjang perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk segera mengidentifikasi penyebab dan mengambil langkah perbaikan.

Penyebab Adanya Attrition Rate

Penyebab Attrition Rate
Sc: Freepik

Penyebab terjadinya attrition rate dalam suatu perusahaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Tidak hanya dari sisi internal perusahaan, tapi juga faktor eksternal karyawan itu sendiri. Berikut beberapa faktor utamanya.

  • Manajemen Perusahaan yang Buruk: Terjadi karena sistem pengelolaan yang kurang efektif sehingga merusak budaya atau value perusahaan dan membuat karyawan merasa tidak nyaman.
  • Kompensasi yang Tidak Memadai: Gaji dan tunjangan yang tidak sebanding dengan beban kerja atau standar industri, mendorong karyawan mencari peluang kerja yang lebih menguntungkan.
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Dapat disebabkan oleh performa karyawan yang kurang memuaskan atau kondisi kondisi keuangan perusahaan yang sedang tidak stabil sehingga mengharuskan pengurangan jumlah tenaga kerja.
  • Tidak Adanya Peluang Pengembangan Karier: Karyawan merasa tidak memiliki prospek untuk tumbuh dan berkembang, sehingga memilih pindah ke perusahaan lain yang lebih mendukung pertumbuhan profesional.
  • Ketidakpuasan Kerja: Hubungan yang buruk dengan atasan atau rekan kerja, tugas yang monoton, hingga lingkungan kerja yang tidak mendukung dapat menjadi penyebab tingginya attrition rate.
  • Gaji dan Tunjangan yang Tidak Kompetitif: Perusahaan lain dapat menawarkan benefit yang lebih menarik sehingga karyawan mempertimbangkan untuk pindah.
  • Ketidakcocokan Budaya Perusahaan: Terkadang, karyawan merasa kurang cocok dengan cara kerja atau nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan. Akhirnya, karyawan merasa tidak nyaman atau tidak memiliki keterikatan emosional terhadap tempat kerja.

Baca Juga: Ini Komponen dan Rumus Mudah Menghitung Biaya Rekrutmen Karyawan

Cara Mengukur Attrition Rate

Apa Itu Attrition Rate
Sc: Freepik

Jika Anda ingin mengetahui seberapa besar tingkat keluar atau masuknya karyawan di sebuah perusahaan, bisa menghitung attrition rate menggunakan rumus berikut. Angka ini menjadi indikator kepuasan dan kestabilan kerja karyawan di sebuah perusahaan.

Rumus attrition rate:

Jumlah karyawan yang keluar ÷ Jumlah total karyawan × 100

Contoh menghitung attrition rate: 

Perusahaan A memiliki 600 karyawan di tahun 2022. Lalu, di awal 2023, ada penambahan 100 karyawan, sehingga total karyawan menjadi 700 orang. Di akhir tahun 2023, tercatat ada 200 karyawan yang keluar.

Maka perhitungannya: 200 ÷ 700 × 100 = 28,5%

Artinya, selama tahun 2023, sekitar 28,5% karyawan meninggalkan perusahaan. JIka angkanya cukup tinggi, tim HR perlu lebih waspada dan mulai mengevaluasi faktor-faktor internal, seperti pengembangan karier, kompensasi, atau kenyamanan kerja karyawan.

Baca Juga: Perbedaan HRD dan Personalia: Kunci Sukses Pengelolaan SDM

Penutup 

Penting bagi perusahaan untuk memahami apa itu attrition rate, jenis-jenis, penyebabnya, hingga cara menghitungnya dengan tepat. Hal tersebut dapat membantu perusahaan mengambil langkah bijak dalam menjaga karyawan agar tetap produktif.

Agar pemantauan berjalan lebih efektif, perusahaan bisa menggunakan aplikasi absensi seperti Jeclock dengan data yang real time dari Dorandev. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami via WhatsApp!

Read More
Perbedaan HRD dan Personalia
HRD

Perbedaan HRD dan Personalia: Kunci Sukses Pengelolaan SDM

DoranDev — Istilah HRD dan personalia mungkin terdengar mirip, namun keduanya memiliki peran dan fungsi berbeda. Memahami perbedaan HRD dan personalia penting agar organisasi dapat mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif.

HRD berfokus pada pengembangan karyawan dan kompetensi mereka, sedangkan Personalia menekankan pada pengelolaan aspek administratif. Berikut pengertian dan perbandingan antara HRD vs Personalia.

Apa Itu HRD?

Pengertian HRD
Sc: Freepik

Dalam bahasa Indonesia, HRD merupakan singkatan dari Human Resources Department atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan dalam pengelolaan karyawan. Selain itu, HRD juga berfokus mengembangkan potensi dan kemampuan karyawan melalui berbagai inisiatif strategis.

Kegiatan HRD mencakup program pelatihan intensif, pengembangan kepemimpinan, dan upaya menciptakan lingkungan kerja yang efektif. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan.

Apa Itu Personalia?

Pengertian Personalia
Sc: Freepik

Personalia adalah unit yang bertugas mengelola berbagai aspek administratif yang berkaitan dengan karyawan. Divisi ini menitikberatkan pada manajemen data, pengarsipan, proses rekrutmen, serta fungsi administratif lainnya untuk mendukung operasi harian perusahaan.

Personalia berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Selain itu, divisi ini juga menerapkan strategi yang efektif untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pengelolaan yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja harmonis dan kondusif.

Baca Juga: HR Analytics: Rahasia Perusahaan Sukses Mengelola SDM dengan Data!

Perbedaan HRD vs Personalia

Perbedaan HRD dan Personalia
Sc: Freepik

Meskipun HRD dan personalia berhubungan erat dengan pengelolaan karyawan, fokus serta tugasnya berbeda. Untuk memahami lebih lanjut tentang perbedaan HRD dan personalia, simak pembahasan mengenai tugas dan tanggung jawab dari masing-masing divisi berikut.

Tugas Utama HRD

HRD berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan karyawan dan pencapaian tujuan perusahaan. Berikut adalah beberapa tugas utama dari divisi HRD.

  • Rekrutmen dan Seleksi: HRD bertanggung jawab dalam mencari dan merekrut talenta terbaik untuk perusahaan, termasuk membuat iklan lowongan pekerjaan dan melakukan wawancara.
  • Pelatihan dan Pengembangan: Merancang dan melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, baik untuk karyawan baru maupun lama.
  • Penilaian Kinerja: HRD secara berkala mengevaluasi kinerja karyawan dan memastikan mereka mencapai target perusahaan serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
  • Perencanaan Karier: Membantu karyawan merencanakan jalur karier mereka dengan memberikan pelatihan dan kesempatan yang sesuai untuk mencapai tujuan profesional.
  • Mengelola Perubahan: HRD membantu perusahaan dalam mengelola perubahan besar, seperti restrukturisasi atau peralihan budaya kerja, misalnya dari Work From Office (WFO) menjadi Work From Home (WFH).
  • Kesejahteraan Karyawan: Menjamin kebutuhan karyawan, termasuk kompensasi, manfaat, serta kebijakan kerja yang adil.

Tugas Utama Personalia

Berbeda dengan HRD, personalia lebih berfokus pada tugas administratif yang membantu menjaga kelancaran operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa tugas utama dari divisi personalia.

  • Pengarsipan Data Karyawan: Personalia bertanggung jawab dalam mengelola dan menyimpan data pribadi karyawan dengan rapi dan aman.
  • Penyusunan Surat Perjanjian Kerja: Menyusun surat perjanjian kerja untuk karyawan baru atau perubahan kontrak kerja sesuai dengan kebijakan perusahaan.
  • Pengelolaan Absensi: Memastikan sistem absensi berjalan dengan baik, termasuk kehadiran, cuti, dan izin.
  • Manajemen Payroll: Mengelola penggajian dan memastikan karyawan menerima gaji tepat waktu sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
  • Administrasi Pemberhentian Karyawan: Menangani proses pemberhentian karyawan, administrasi pensiun, serta tunjungan tambahan lainnya.
  • Penyelesaian Konflik: Mengelola dan menyelesaikan konflik yang terjadi antara karyawan atau maupun manajemen sesuai dengan kebijakan perusahaan.

HRD dan personalia merupakan dua divisi yang saling berhubungan dalam pengelolaan sumber daya manusia, namun cakupannya berbeda. Personalia fokus pada aspek administratif, seperti absensi, pengelolaan dokumen, penggajian, dan perhitungan tunjangan karyawan.

Dengan begitu, tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan potensi karyawan sekaligus mendukung tujuan perusahaan. Divisi personalia juga memastikan kelancaran operasional sehari-hari perusahaan.

Sementara itu, HRD memiliki peran yang lebih luas dan strategis, seperti mencakup layanan karyawan, pelatihan dan pengembangan, retensi karyawan, serta penilaian kinerja. Tujuan utamanya untuk mengembangkan potensi karyawan serta mendukung tujuan perusahaan.

Baca Juga: Apa Itu Headhunter? Ini Cara Kerja, Skill, dan Job Desk yang Perlu Diketahui!

Kolaborasi HRD dan Personalia dalam Pengelolaan SDM

Kolaborasi HRD dan Personalia
Sc: Freepik

Kolaborasi antara HRD dan personalia berperan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif di suatu organisasi. Meskipun memiliki fokus berbeda, keduanya saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

HRD berperan dalam pengembangan kompetensi karyawan, seperti melalui program pelatihan, penilaian kinerja, dan perencanaan karier yang dapat mendukung tujuan jangka panjang perusahaan. Sementara itu, personalia bertanggung jawab atas pengelolaan administratif.

Beberapa tugasnya mencakup penggajian, absensi, dan pengarsipan data karyawan agar operasional sehari-hari berjalan lancar. Kolaborasi antara kedua divisi ini memastikan bahwa karyawan dapat berkembang secara profesional, serta memperoleh pengalaman kerja yang terstruktur dengan baik.

Baca Juga: Human Resource: Pengertian, Tugas, dan Fungsi

Penutup

Memahami perbedaan HRD dan personalia penting bagi sebuah organisasi. Meskipun keduanya memiliki tugas berbeda, peran masing-masing divisi saling mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan.

Salah satu yang bisa membantu dalam kolaborasi kedua divisi ini yaitu aplikasi absensi seperti Jeclock. Aplikasi absensi ini memudahkan HRD dan Personalia dalam mengelola data kehadiran dengan lebih efisien. Jika ingin mengetahui lebih lanjut bisa hubungi kami via WhatsApp!

Read More
Apa Itu Talent Acquisition
HRD, Sistem Manajemen

Apa Itu Talent Acquisition? Strategi untuk Mencari Talenta Terbaik!

DoranDev — Apakah Anda masih sulit membedakan antara apa itu talent acquisition dan rekruter? Kedua posisi ini ternyata memiliki peran berbeda di perusahaan. Meski talent acquisiton dan rekruter memiliki tugas utama dalam mencari talenta terbaik bagi perusahaan namun tugasnya sedikit berbeda. Sebelum membahas lebih lanjut, berikut pengertian, perbedaan, serta tugas dari talent acquisition. 

Apa Itu Talent Acquisition?

Apa Itu Talent Acquisition
Sc: Freepik

Talent acquisition adalah proses strategis yang dilakukan oleh perusahaan untuk menemukan, menarik, merekrut, dan mempertahankan individu dengan keterampilan, pengalaman, serta potensi yang sesuai dengan kebutuhan jangka panjang organisasi. Berbeda dengan rekrutmen biasa yang lebih fokus pada pengisian posisi secara cepat, talent acquisition memiliki pendekatan yang lebih proaktif dan terencana. 

Proses ini tidak hanya mencakup perekrutan karyawan, tetapi juga membangun citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik, mengembangkan jaringan kandidat potensial, serta menggunakan data dan analitik untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Pada prakteknya, talent acquisition berfokus pada upaya jangka panjang untuk memastikan perusahaan memiliki tenaga kerja yang tepat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk kebutuhan di masa depan. 

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan memastikan keberlanjutan bisnis melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Selain itu, talent acquisition juga memainkan peran penting untuk memastikan bahwa perusahaan dapat berkembang dan beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan industri.

Baca Juga: 10 Jenis Metrik Rekrutmen dan Cara Menggunakannya

Perbedaan Talent Acquisition dan Rekruter

Talent Acquisition dan Rekruter
Sc: Freepik

Talent acquisition dan rekruter memiliki peran berbeda dalam sebuah perusahaan. Rekruter lebih fokus pada kebutuhan jangka pendek perusahaan, yaitu mengisi posisi kosong yang mendesak. Proses kerjanya meliputi langkah teknis, seperti memasang lowongan, memilih CV, melakukan wawancara, dan memilih kandidat terbaik.

Sebaliknya, talent acquisition berfokus pada perencanaan strategis jangka panjang. Mulai dari mengembangkan hubungan dengan kandidat potensial hingga memastikan perusahaan memiliki talenta yang tepat.

Tugas Talent Acquisition

Apa Itu Talent Acquisition
Sc: Freepik

Tugas seorang Talent Acquisition sangatlah beragam dan melibatkan berbagai tahapan yang lebih kompleks, tidak sekadar berfokus pada perekrutan jangka pendek saja. Seorang Talent Acquisition harus dapat merencanakan, mengelola, dan melaksanakan strategi rekrutmen yang mendalam dan berkelanjutan untuk memastikan perusahaan dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Mereka bertanggung jawab untuk menyusun profil calon yang tepat, melakukan pemetaan pasar tenaga kerja, serta mengelola berbagai platform dan saluran rekrutmen agar dapat mencapai hasil yang optimal. Selain itu, profesi ini wajib memiliki kemampuan analisis untuk mengevaluasi efektivitas dari proses rekrutmen yang dijalankan dan melakukan penyesuaian  untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di perusahaan. Berikut penjelasan secara detail dari tugas talent acquisition. 

1. Melakukan Inbound Marketing

Sebelum memulai proses rekrutmen, talent acquisition harus terlebih dahulu menarik perhatian calon karyawan untuk melamar di perusahaan. Inbound marketing berfokus pada pengembangan citra positif perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik.

Dengan membangun employer branding yang kuat, talent acquisition dapat menciptakan campaign pemasaran rekrutmen yang efektif. Hal ini penting untuk memastikan perusahaan dapat menarik talenta terbaik yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya organisasi.

2. Outbound Marketing

Selain menarik calon kandidat secara pasif, talent acquisition juga aktif mencari talenta terbaik dengan melakukan outbound marketing. Talent acquisition akan memasang iklan rekrutmen di berbagai platform dan menyebarkan informasi lowongan melalui email. Nantinya, kandidat  potensial akan dicari  dari situs pencari kerja atau acara networking industri.  Namun, beberapa talent acquisition bisa langsung menghubungi kandidat dengan kualifikasi dan pengalaman yang relevan.

Baca Juga: Yuk, Pahami Makna, Tujuan dan Cara Tepat Menerapkan Orientasi Karyawan Baru

3. Menyeleksi Kandidat Terbaik

Seorang talent acquisition perlu memilih kandidat terbaik berdasarkan kualifikasi. Beberapa kualifikasi yang dijadikan penilaian, antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman, kepribadian, keterampilan, dan budaya perusahaan (culture fit). Kandidat yang dipilih berdasarkan kecocokan budaya berpengaruh pada kenyamanan, produktivitas karyawan dalam jangka panjang, dan memudahkan perusahaan untuk membentuk tim yang lebih solid. 

4. Onboarding

Talent acquisition juga bertanggung jawab dalam memfasilitasi proses orientasi karyawan baru atau onboarding. Hal tersebut meliputi negosiasi gaji, tunjangan, dan perjalanan karir karyawan di perusahaan. Mereka juga memperkenalkan karyawan baru dengan budaya aturan, dan workflow perusahaan agar siap berkontribusi. Onboarding yang baik akan membantu karyawan baru merasa lebih nyaman dan cepat beradaptasi 

5. Continuous Improvement

Peran lainnya yaitu memastikan karyawan baru bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja. Cakupannya meliputi dialog berkelanjutan dengan karyawan untuk mengetahui hambatan atau tantangan yang dihadapi, serta memberikan dukungan. Pendekatan ini membantu talent acquisition untuk mengurangi angka turnover karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja jangka panjang. Tahapan ini memberikan wawasan untuk terus menyempurnakan proses rekrutmen.

Baca Juga: Performance Measurement: Definisi dan Cara Menerapkannya untuk Perusahaan Anda

Penutup

Itulah pengertian tentang apa itu talent acquisition dan tugas-tugasnya. Selain memilih kandidat yang tepat, talent acquisition juga berperan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan talenta yang dianggap potensial. Dengan begitu, perusahaan bisa berkembang dengan sumber daya manusia yang tepat. Strategi lain yang dapat memaksimalkan efisiensi kinerja yaitu dengan menggunakan aplikasi JeClock dari DoranDev. 

Read More
Apa Itu Layoff
Karyawan

Apa Itu Layoff? Simak Pengertian, Perbedaan, dan Penyebabnya

DoranDev – Pemutusan hubungan kerja atau layoff merupakan langkah yang diambil oleh perusahaan ketika menghadapi masalah tertentu. Namun, mungkin Anda masih belum memahami antara apa itu layoff, PHK, atau dipecat. Berikut pengertian, perbedaan, dan penyebabnya. 

Apa Itu Layoff?

Apa Itu Layoff
Sc: Freepik

Layoff adalah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawan. Umumnya terjadi karena beberapa alasan bisnis, seperti efisiensi biaya, restrukturisasi, atau kondisi ekonomi yang buruk. 

Pemutusan hubungan kerja ini tidak selalu disebabkan oleh performa buruk karyawan, melainkan lebih terkait dengan kebutuhan operasional perusahaan yang harus menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar atau internal.

Dalam beberapa kasus, layoff bisa berujung pada penghentian kerja permanen jika situasi perusahaan tidak membaik. Karyawan yang terkena layoff dapat kembali bekerja jika kondisi perusahaan sudah pulih. 

Baca Juga: Budaya Perusahaan dan Pengaruhnya di Dunia Kerja

Perbedaan Antara Beda Layoff, PHK, dan Dipecat

Perbedaan Antara Beda Layoff, PHK, dan Dipecat
Sc: Freepik

Meskipun layoff, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan dipecat sering digunakan secara bergantian, sebenarnya ada perbedaan mendasar di antara ketiganya. Berikut penjelasannya.

1. Layoff

Umumnya layoff disebabkan oleh alasan eksternal atau internal perusahaan seperti penurunan pendapatan atau restrukturisasi. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau permanen dan karyawan yang di-layoff masih memiliki kesempatan untuk dipanggil kembali ketika kondisi perusahaan membaik. Dalam banyak kasus, perusahaan akan memberikan kompensasi kepada karyawan yang terkena layoff.

2. PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) 

PHK lebih sering terjadi karena alasan yang lebih serius, seperti pelanggaran disiplin atau kinerja buruk. Umumnya bersifat permanen dan karyawan yang di-PHK tidak memiliki kesempatan untuk kembali bekerja di perusahaan yang sama. Selain itu, PHK diatur secara ketat oleh undang-undang ketenagakerjaan dan biasanya melibatkan pemberian kompensasi seperti uang pesangon dan penghargaan masa kerja.

3. Dipecat

Berbeda dengan layoff atau PHK, dipecat sering kali terjadi akibat kesalahan serius yang dilakukan karyawan, seperti pelanggaran etika atau tindakan kriminal. Dalam kasus pemecatan, karyawan biasanya tidak berhak menerima kompensasi, kecuali ada kesepakatan tertentu. Dipecat kerap memberi dampak buruk pada reputasi karyawan, sehingga bisa membuat mereka sulit untuk diterima kembali di perusahaan lain.

Baca Juga: Simak Aturan Perhitungan Lembur Agar Tidak Salah Hitung!

Penyebab Layoff

Penyebab Layoff
Sc: Freepik

Ada beberapa penyebab mengapa perusahaan memutuskan untuk melakukan layoff. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:

1. Alasan Ekonomi

Ekonomi yang melemah atau penurunan permintaan pasar bisa menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang akan sangat mempengaruhi arus keuangan perusahaan. Dalam situasi seperti ini, perusahaan terpaksa mengurangi tenaga kerja untuk mengurangi pengeluaran. Contoh yang sering terjadi adalah ketika sebuah perusahaan mengalami krisis ekonomi atau resesi global.

2.  Restrukturisasi Perusahaan

Perusahaan yang sedang melakukan restrukturisasi atau reorganisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional mungkin akan menghapus posisi-posisi tertentu yang dianggap tidak strategis atau duplikat. Hal tersebut sering terjadi setelah merger atau akuisisi, ketika dua perusahaan bergabung dan terdapat tumpang tindih peran di antara karyawan.

3. Penggunaan Teknologi

Dengan kemajuan teknologi dan otomatisasi, banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia kini dapat digantikan oleh mesin atau perangkat lunak. Penggunaan teknologi dapat mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja di beberapa bidang, terutama di industri manufaktur atau layanan pelanggan yang otomatis menggantikan tugas-tugas tertentu.

4. Pandemi atau Force Majeure

Kejadian-kejadian tak terduga seperti pandemi COVID-19 atau bencana alam seringkali memaksa perusahaan untuk menghentikan operasionalnya sementara waktu atau mengurangi jumlah karyawan. Dalam beberapa kasus, perusahaan harus mengurangi biaya dan merampingkan operasional agar tetap bertahan di tengah krisis.

5. Penurunan Performa Perusahaan

Perusahaan mengalami penurunan performa yang signifikan, seperti kerugian besar atau kegagalan produk. Kemungkinan mereka harus mengambil langkah-langkah drastis untuk mengurangi pengeluaran. Salah satu cara untuk menanggulangi kondisi keuangan yang memburuk adalah dengan memangkas biaya operasional yang sering kali berujung pada keputusan berat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (layoff).

6. Merger dan Akuisisi

Ketika perusahaan melakukan merger, sering kali terjadi perubahan signifikan dalam struktur organisasi. Adanya duplikasi dalam posisi atau fungsi pekerjaan membuat beberapa peran menjadi redundant atau tidak diperlukan lagi.

Permasalahan tersebut bisa berujung kepada pemotongan kerja yang mencakup pengurangan jumlah karyawan melalui layoff untuk mencapai efisiensi. Bagi karyawan, mereka merasa emosional karena terpaksa meninggalkan perusahaan.

Namun bagi perusahaan, langkah tersebut diambil untuk mengoptimalkan sumber daya dan memastikan kelangsungan hidup bisnis dalam pasar yang semakin kompetitif. 

Baca Juga: Pahami Apa Itu PKWT Sebelum Teken Kontrak Kerja!

Penutup 

Itulah pengertian tentang apa itu layoff, perbedaannya dengan PHK dan dipecat, serta penyebabnya. Perusahaan perlu memiliki sistem yang efisien untuk mengelola absensi dan kinerja karyawan guna mengurangi risiko keputusan yang merugikan. Salah satu aplikasi yang dapat membantu perusahaan dalam memonitor kehadiran dan kinerja karyawan adalah JeClock dari DoranDev!

Read More
Kepribadian ISFP
HRD

Mengenal Kepribadian ISFP: Si Kreatif yang Juga Sensitif

DoranDev — Sosok kepribadian ISFP adalah kebalikan dari ENTJ yang memiliki karakteristik unik dan khas. Dikenal sebagai pribadi yang penuh kebebasan dan ekspresi, individu ISFP kerap memiliki bakat luar biasa dalam dunia seni. Namun, mereka cenderung sensitif terhadap estetika, menghargai momen-momen kecil dalam hidup, serta mengekspresikan diri dengan cara yang autentik dan artistik.  

Diperkirakan sekitar 6% dari populasi dunia memiliki tipe kepribadian ini, menjadikannya cukup langka namun berpengaruh dalam bidang kreatif. Jika Anda penasaran dengan sosok ISFP, berikut beberapa fakta menarik yang perlu Anda ketahui!

Kepribadian ISFP

Kepribadian ISFP
Sc: Freepik

Tipe kepribadian ISFP atau dikenal dengan sebutan “Petualang” adalah salah satu dari 16 tipe yang diidentifikasi dalam tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Kepribadian ini cenderung menggabungkan sifat introvert, penginderaan, perasaan, dan persepsi. ISFP dikenal sebagai pribadi yang imajinatif, sensitif, serta sangat menghargai kebebasan dan kreativitas. 

Mereka lebih memilih untuk hidup dengan cara yang spontan, menikmati setiap pengalaman tanpa terikat pada rencana. Berikut beberapa fakta menarik tentang ISFP.

1. Mengenal Tipe Kepribadian ISFP

ISFP adalah tipe kepribadian yang sering disebut sebagai “seniman.” Mereka cenderung introvert, hal tersebut berarti mereka cenderung mendapatkan energi dari waktu yang dihabiskan sendirian. Meski begitu, ISFP juga dapat berinteraksi dengan baik dalam kelompok kecil atau bersama orang yang mereka kenal dengan baik. Mereka lebih suka menjalani kehidupan secara spontan, fleksibel, mengikuti arus, dan menikmati pengalaman baru.

2. Sifat dan Ciri Khas ISFP

Sosok ISFP peka terhadap perasaan orang lain dan lingkungan sekitar. Mereka adalah pribadi yang perhatian, sensitif, dan tidak suka berkonflik. Sebagai introvert, mereka kerap mencari kedamaian dalam kehidupan sehari-hari, menghindari keramaian, dan fokus pada hal-hal sederhana namun bermakna. ISFP cenderung menjadi pribadi menikmati momen sekarang daripada terjebak dalam rencana jangka panjang atau teori abstrak.

Baca Juga: Mengenal Kepribadian ISTP: Si Problem Solver yang Mandiri

3. Kreativitas Tanpa Batas

Kreativitas adalah inti dari seorang ISFP. Mereka tidak hanya menikmati seni sebagai penikmat, tetapi juga aktif dalam menciptakan sesuatu yang bernilai estetika. Hal tersebut mencakup seni visual, musik, desain, atau bahkan penulisan. Sosok ISFP selalu memiliki cara unik untuk mengekspresikan diri mereka. Terkadang, mereka juga dapat menerjemahkan kreativitas ke dalam pekerjaan, seperti menjadi koki, perancang busana, atau bahkan arsitek.

4. Karir yang Cocok untuk ISFP

Sifatnya kreatif dan peka, membuat ISFP cenderung menonjol dalam pekerjaan yang membutuhkan empati, kreativitas, dan kebebasan. Berikut beberapa contoh karir yang cocok untuk ISFP.

  • Seniman (pelukis, pematung, fotografer)
  • Musisi (komposer, pemain alat musik)
  • Desainer (grafis, fashion, interior)
  • Koki atau Chef
  • Psikolog atau Terapis
  • Perawat atau Bidan
  • Pekerja Sosial
  • Arsitek atau Desainer Produk
  • Guru atau Pengajar
  • Dokter Hewan
  • Naturalis atau Penjaga Hutan

Baca Juga: Mengenal Kepribadian ESTJ: Si Pemimpin yang Tegas

Kepribadian Kreatif
Sc: Freepik

5. Hubungan Pribadi ISFP: Hangat tapi Tertutup

Meskipun ISFP merupakan sosok yang perhatian dalam hubungan, mereka juga memiliki sisi introvert. Seseorang yang memiliki kepribadian ISFP suka memberi perhatian kepada orang terdekat, tetapi juga membutuhkan waktu bagi diri sendiri untuk mengisi ulang energi. ISFP sangat sensitif terhadap perasaan orang lain dan sering kali berusaha untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan, meski terkadang mereka menyembunyikan perasaan untuk menghindari konflik.

6. Kelebihan dan Kekurangan ISFP

Setiap tipe kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tak terkecuali ISFP. Berikut beberapa contohnya: 

Kelebihan ISFP

  • Kreatif dan artistik
  • Memiliki kepekaan tinggi terhadap perasaan orang lain
  • Fleksibel dan mudah beradaptasi dengan situasi baru
  • Cinta damai dan tidak suka konflik
  • Sering kali sangat setia pada nilai-nilai yang dipegang
  • Fokus pada masa kini dan menikmati pengalaman saat ini
  • Suka belajar dengan cara terlibat langsung dalam permasalahan

Kekurangan ISFP

  • Keragu-raguan dalam membuat keputusan
  • Kesulitan dengan ide-ide abstrak atau teoritis
  • Cenderung menghindari konflik dan tidak suka berargumen
  • Sering kali terlalu mandiri dan tidak suka diatur
  • Tidak mudah berkomitmen pada rencana jangka panjang
  • Terkadang terlalu menyendiri atau merasa terisolasi

7. Fakta Menarik Tentang ISFP

Orang dengan tipe ISFP mungkin tampak pendiam, tapi sebenarnya mereka punya imajinasi yang luas dan kreatif. ISFP menghargai kebebasan dan tidak suka terikat dengan aturan yang membatasi ekspresi diri mereka. Dalam beberapa hal, sosok ini lebih cenderung untuk “mengikuti arus” daripada merencanakan segala sesuatu secara mendetail. Dengan begitu rasa ketertarikannya lebih condong ke estetika dan seni.

Baca Juga: Intip Kepribadian INFP dan Bidang Pekerjaan yang Cocok Untuknya!

Penutup

Kepribadian ISFP
Sc: Freepik

Kepribadian ISFP adalah perpaduan unik antara sensitivitas, kreativitas, dan kebebasan. Mereka memiliki kapasitas luar biasa untuk menikmati hidup dan menghargai momen sekarang. Walaupun tampak seperti introvert, ISFP tetap mampu menjalin hubungan yang mendalam dengan orang-orang yang mereka percayai. Bagi Anda yang ingin membangun komunitas solid dan mengembangkan jaringan, gunakan aplikasi JeTeams sekarang!

Read More
kepribadian INFJ
HRD, Karyawan

Kepribadian INFJ: Sifat, Karakteristik, dan Potensinya Sebagai Pemimpin

DoranDev – Setiap orang memiliki keunikan dalam cara berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya. Sama seperti kepribadian INFJ yang unik dan langka dengan potensinya sebagai pemimpin. Karena ada beberapa sifat dan karaternya yang membuatnya cocok untuk menjadi pemimpin. 

Namun, bisakah semua INFJ menjadi seorang pemimpin? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya, mari simak penjelasan lengkap mengenai seperti apa ciri-ciri atau sifat khas INFJ, dan apakah INFJ cocok menjadi pemimpin yang semuanya akan kita bahas di artikel ini. 

Kepribadian INFJ

kepribadian INFJ
sc: 16Personalities

Kepribadian INFJ merupakan salah satu dari 16 tipe kepribadian dalam tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). INFJ adalah singkatan dari Introverted (I), Intuitive (N), Feeling (F), dan Judging (J). Tipe kepribadian ini dikenal dengan sifatnya yang idealis, penuh empati, serta memiliki visi yang kuat untuk membuat perubahan positif di dunia.

Tidak heran jika INFJ sering disebut sebagai “The Advocate” atau “Sang Advokat” karena mereka memiliki dorongan kuat untuk membantu orang lain dan menciptakan dunia yang lebih baik. Meskipun jumlah INFJ di dunia tergolong langka (hanya sekitar 1-3% populasi global), individu dengan tipe kepribadian ini sering kali menjadi sosok yang berpengaruh dalam bidang sosial, seni, pendidikan, dan kepemimpinan.

Nah, berikut adalah ciri-ciri utama INFJ, bagaimana karakteristiknya memengaruhi interaksi sosial, serta contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Empati yang Tinggi 

INFJ sering digambarkan sebagai individu yang memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami emosi orang lain. Mereka mampu “membaca” perasaan seseorang bahkan sebelum orang tersebut mengungkapkannya. Kemampuan ini membuat mereka menjadi pendengar yang baik dan pendukung yang tulus dalam berbagai situasi.

Sehingga dalam lingkungan kerja mereka sering kali menjadi tempat curhat rekan-rekannya. Ketika seorang teman kerja terlihat murung, INFJ cenderung menawarkan bantuan atau sekadar memberikan kata-kata penyemangat, bahkan tanpa harus diminta.

Baca juga: Intip Kepribadian INFP dan Bidang Pekerjaan yang Cocok Untuknya!

2. Kreatif dan Imajinatif

Sebagai individu yang mengandalkan intuisi, INFJ senang mengeksplorasi ide-ide baru dan memikirkan cara kreatif untuk menyelesaikan masalah. Mereka sering berpikir “out of the box” dan juga memiliki ketertarikan tinggi terhadap seni, baik dalam hal menciptakan maupun mengapresiasi.

Karena itulah, banyak INFJ yang sukses di dunia seni dan sastra. Dalam dunia kerja, seorang INFJ INFJ bisa menjadi penulis yang cemerlang, menciptakan cerita-cerita inspiratif yang menyentuh hati banyak orang.

3. Idealistis dan Memegang Teguh Prinsip

Kepedulian mereka terhadap kemanusiaan dan keadilan sering membuat INFJ memegang teguh nilai-nilai moral yang dianggapnya benar. Mereka memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. INFJ sering kali berjuang untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup mereka maupun di komunitas sekitarnya.

Saat bergabung di komunitas sosial, INFJ cenderung mengusulkan proyek jangka panjang seperti kampanye literasi, alih-alih sekadar kegiatan satu kali. Mereka juga akan gigih memperjuangkan hak-hak anak-anak yang kurang mampu. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata seperti menggalang dana atau menjadi sukarelawan di panti asuhan.

4. Perfeksionis dan Terstruktur

Dalam dunia kerja, seorang INFJ yang bekerja sebagai desainer grafis mungkin akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyempurnakan sebuah proyek hingga sesuai dengan batas idealnya, meskipun itu artinya ia harus mengulanginya berkali-kali.

Karena seorang INFJ menginginkan hasil terbaik dalam segala hal yang mereka lakukan. Mereka memiliki standar yang tinggi dan cenderung merencanakan segala sesuatu dengan matang. Namun, sifat ini juga bisa menjadi kelemahan ketika mereka sulit beradaptasi dengan perubahan mendadak.

Baca juga: Mengenal Kepribadian INTP: Si Paling Bikin Penasaran

5. Aslinya adalah Pendiam

Walaupun INFJ adalah seorang introver, mereka sering kali terlihat seperti ekstrover dalam situasi sosial tertentu. Hal ini karena mereka memiliki dorongan untuk membantu orang lain, yang membuat mereka aktif dalam lingkungan sosial. Namun, setelah berinteraksi dengan banyak orang, mereka memerlukan waktu untuk menyendiri agar bisa “mengisi ulang” energi.

6. Sulit Terbuka Secara Emosional

Meskipun INFJ sangat peka terhadap perasaan orang lain, mereka justru sering kali tertutup dalam membagikan emosi pribadi. Mereka lebih berhati-hati dalam memilih kepada siapa mereka akan berbagi pemikiran mendalam mereka. Karena itulah, meskipun memiliki banyak teman, tetapi hanya beberapa orang terdekat yang benar-benar tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Mereka lebih suka menulis di jurnal pribadi dibandingkan mengungkapkan perasaan secara langsung.

Apakah INFJ Cocok Jadi Pemimpin?

sc: 16Personalities

INFJ mungkin bukan tipe pemimpin yang dominan seperti ENTJ atau ESTJ, tetapi mereka memiliki kualitas kepemimpinan yang unik dan berharga. Dengan empati yang tinggi, INFJ mampu memahami kebutuhan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Mereka juga visioner, memiliki wawasan jauh ke depan, dan memimpin berdasarkan nilai moral yang kuat. Pendekatan diplomatis mereka dalam menghadapi konflik serta kemampuan mendengarkan secara aktif membuat mereka dihormati dan dipercaya oleh tim.

Meski begitu, INFJ perlu mewaspadai beberapa tantangan yang bisa menghambat efektivitasnya. Seperti kecenderungan perfeksionisme, overthinking dalam pengambilan keputusan, dan sulitnya mendelegasikan tugas. Mereka juga rentan terhadap kelelahan emosional karena terlalu menyerap perasaan orang lain. Untuk menjadi pemimpin yang lebih efektif, INFJ perlu belajar menyeimbangkan empati dengan batasan diri serta mengembangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan.

Baca juga: Bagaimana Kepribadian INTJ? Yuk, Cek Selengkapnya di Sini!

Penutup

Jadi bagaimana? Apakah menurut Anda seorang INFJ cocok menjadi seorang pemimpin? Dengan memahami ciri-ciri dan karakteristik di atas, individu INFJ bisa lebih menghargai keunikan diri mereka dan memaksimalkan potensi untuk kebaikan bersama. Temukan berbagai teman-teman sesama INFJ dengan membuat aplikasi khusus untuk komunitas INFJ bersama JeTeams sekarang juga!

Read More