Ecommerce

15+ Toko Online Terbaik di Indonesia, Pilihan Tepat untuk Segala Kebutuhan

DoranDev – Hadirnya toko online memudahkan Anda untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Cukup dengan membuka aplikasi melalui ponsel pintar, maka akan muncul berbagai pilihan produk, harga, beserta spesifikasinya. Anda akan mendapatkan pengalaman yang memuaskan jika berbelanja di toko online terbaik.

Toko Online Terbaik di Indonesia

Toko online terbaik di Indonesia memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan belanja bagi Anda yang menginginkan langkah praktis dan efisien. Dengan persaingan yang semakin ketat di industri e-comerce, berbagai platform berlomba-lomba menghadirkan layanan terbaiknya.

Jika masih bingung akan bertansaksi menggunakan platform apa, Anda dapat menggunakan aplikasi belanja online terbaik yang dikeluarkan marketplace dalam negeri. Berikut ini beberapa toko online terbaik di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman berbelanja yang praktis dan menyenangkan.

1. Doran Gadget

sc: dorangadget

Pertama adalah Doran Gadget, sebuat toko ritel dan online yang menyediakan berbagai macam alat eletronik dan aksesoris gadget. Anda bisa membeli smartphone, laptop, tablet, kamera, drone, maupun produk lainnya dari berbagai merek terkemuka. Selain itu, toko online ini juga menawaran kemudahan berbelanja dengan berbagai pilihan pembayaran serta pengiriman.

2. JETE

doran pos

Selanjutnya adalah JETE, toko online dari brand aksesoris gadget asal Indonesia yang menawarkan beragam produk berkualitas. Di sini tersedia berbagai aksesoris handphone, seperti ring light, holder, screen protector, TWS, hingga produk gaming. Selain dapat membelinya secara online serta layanan purna jual yang baik, JETE juga didukung jaringan toko fisik yang luas di berbagai kota di Indonesia.

Baca juga: 7 Toko Ritel di Indonesia yang Mendominasi Pasar 2025

3. Shopee

sc: momsmoney.kontan

Shopee termasuk yang paling populer di Indonesia. Alasan utama banyak konsumen memilih Shopee karena harga produknya yang terjangkau. Kategori produk yang paling populer di Shopee antara lain produk kecantikan, peralatan rumah tangga, serta fashion.

Selain produknya yang beragam, toko online ini juga dilengkapi fitur untuk memudahkan Anda bertransaksi seperti ShopeePay, Shopee Live, dan Shopee Games. Tidak berhenti sampai di situ, mereka pun sering mengadakan kampanye promosi besar dan program gratis ongkir.

4. Tokopedia

sc: bca

Selanjutnya Tokopedia dengan jutaan pengguna aktif setiap bulannya. Platform ini menawarkan berbagai produk, mulai dari elektronik, fashion, hingga kebutuhan rumah tangga. Mereka juga melakukan kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB), gratis ongkir, dan diskon besar-besaran untuk menarik konsumen. Selain itu, telah terintegrasi dengan pembayaran digital melalui OVO.

5. Blibli

sc: blibli

Agak berbeda dari kedua toko online sebelumnya, Blibli lebih fokus pada produk premium dan layanan belanja yang nyaman. Marketplace ini juga menawarkan produk beragam dengan berbagai kemudahan, seperti cicilan 0 persen, pengembalian barang yang fleksibel, dan layanan pelanggan 24 jam. Selain itu, Blibli juga bekerja sama dengan berbagai brand ternama untuk menyediakan produk resmi bergaransi.

Baca juga: Website vs Marketplace: Perbedaan dan Kelebihannya untuk Bisnis

6. Lazada

sc: bisnis.hallo

Aplikasi belanja online terbaik selanjutnya adalah Lazada yang menawarkan layanan serupa dengan platform sebelumnya. Toko online yang menjadi bagian dari grup Alibaba ini, dikenal dengan layanan LazMall yang menjamin keaslian produk serta pengiriman cepat. Selain itu, menawarkan harga produk yang terjangkau, terutama untuk produk elektronik dan fashion.

7. Orami

sc: trenasia

Orami memiliki target audiens yang berbeda dari keempat toko online sebelumnya. Marketplace ini menawarkan produk untuk kebutuhan ibu hamil dan menyusui, perabotan kamar bayi, perawatan bayi dan anak, mainan, dan lainnya. Perbedaan lain juga terletak pada model bisnis inventori yang digunakan, di mana mereka akan mengambil barang dari brand an penjual kemudan menjualnya di maketplace.

8. Bukalapak

sc: resellerdropship

Berikutnya ada Bukalapak yang berdiri pada tahun 2010 dengan fokus sebagai toko online untuk para pelaku UMKM. Awalnya mereka lebih fokus pada produk olahraga saja. Kini berkembang  dan terbuka dengan menyediakan berbagai kategori produk, termasuk produk digital seperti pulsa, token listrik, hingga pembayaran tagihan.

9. Zalora

sc: zalora

Zalora merupakan marketplace yang berfokus pada produk fashion dengan menyediakan koleksi pakaian, sepatu, dan aksesoris dari brand lokal maupun internasional. Toko online ini dikenal dengan koleksinya yang up-to-date dan sering memberikan layanan pengembalian barang yang mudah. Paltform ini menjadi favorit bagi Anda yang ingin tampil stylish dengan produk berkualitas.

Baca juga: 10 Ide Usaha Sampingan Karyawan, Hanya Butuh Modal Kecil! 

10. Sociolla

sc: plazablokm

Toko online terbaik di Indonesia selanjutnya ada Sociolla. Marketplace satu ini berbasis Business to Customer (B2C) yang menawarkan berbagai produk kecantikan seperti makeup, perawatan kulit, parfum, hingga berbagai alat kecantikan. Dalam memasok produknya, mereka bekerja sama dengan distributor resmi baik di dalam maupun luar negeri.

11. Bhinneka

sc: infobrand

Bhinneka merupakan marketplace yang dikenal sebagai salah satu pionir salam penjualan elektronik, perangkat IT, hingga kebutuhan industri. Toko online ini tidak hanya melayani konsumen individu, tapi juga memiliki layanan Business to Business (B2B) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Bahkan, Bhinneka melakukan kerja sama dengan pemerintah (B2G).

12. OLX

sc: Tempo

OLX termasuk aplikasi belanja online terbaik yang unik, karena memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual barang bekas dengan mudah. Marketplace ini memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk mendapatkan harga terbaik dengan adanya fitur negosiasi langsung antara penjual dan pembeli. OLX juga menawakan kemudahan bagi pengguna untuk menemukan barang di sekitar lokasi mereka.

Baca juga: 7 Program Affiliate di Indonesia dengan Cuan Lumayan!

13. Jakmall

Toko Online Terbaik
Sc: Sasana Digital

Jakmall menjadi salah satu pilihan toko online terbaik bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan modal terbatas. Platform ini menerapkan model bisnis dropshipper dan reseller, sehingga Anda dapat berjualan tanpa harus memiliki banyak stok barang sendiri. 

Dengan jumlah pengunjung sekitar 890 ribu orang per bulan, Jakmall juga menawarkan peluang untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli. Pilihan produknya cukup beragam, mulai dari fashion, elektronik, kecantikan, kesehatan, hingga kebutuhan bayi dan ibu hamil. 

14. Jakarta Notebook

Toko Online Terbaik
Sc: Google Play

Kemudian ada Jakarta Notebook yang cocok bagi untuk mencari berbagai kebutuhan gadget dan komputer. Marketplace ini menyediakan beragam produk elektronik, mulai dari laptop, komputer, printer, TV, hingga berbagai aksesori seperti USB, kabel, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Selain produk elektronik, Jakarta Notebook juga menawarkan kategori lain yang cukup beragam, seperti perkakas, furniture, dekorasi, kecantikan, olahraga, dan hobi.

15. JD Sports

Toko Online Terbaik
Sc: Google Play

Toko online terbaik selanjutnya adalah JD Sports. Platform ini menyediakan beragam produk olahraga, mulai dari pakaian, sepatu, hingga perlengkapan olahraga dari berbagai merek. Jika Anda sedang mencari kebutuhan olahraga secara online, JD Sports dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis. Dengan hadirnya berbagai toko online seperti JD Sports, Anda memiliki lebih banyak pilihan untuk berbelanja sesuai kebutuhan. 

16. Berrybenka

Toko Online Terbaik
Sc: x

Jika Anda sedang mencari toko online terbaik untuk memenuhi kebutuhan fashion dan kecantikan, Berrybenka bisa menjadi salah satu pilihan. Platform ini menawarkan berbagai produk, mulai dari pakaian, sepatu, aksesori, kosmetik, hingga produk perawatan tubuh dari berbagai merek lokal dan internasional.

Baca juga: Apa Itu Dropship? Kenali Cara Kerja dan Keuntungannya Sebelum Terjun Berbisnis

Penutup

Deretan toko online terbaik di Indonesia tersebut menawarkan kemudahan, kecepatan, dan beragam pilihan produk dalam satu genggaman. Masing-masing platform memiliki pasar audiens yang berbeda, Anda pun dapat memilih aplikasi untuk berbelanja online sesuai kebutuhan.

Untuk Anda yang ingin membuat aplikasi atau katalog online dengan mudah, cukup gunakan Jebusiness hanya di DoranDev. Aplikasi bisnis online ini menawarkan berbagai fitur unggulan untuk memaksimalkan potendi bisnis Anda di era digital. Tunggu apa lagi? Segera pesan layanan Jebusiness sekarang!

Read More
Ecommerce

Biaya Admin Marketplace di 2026, Wajib Dihitung Sebelum Jualan Online

DoranDev – Berjualan di marketplace sekarang memang terasa lebih praktis dibanding membangun toko sendiri dari awal. Biaya admin marketplace jadi salah satu hal yang mulai banyak diperhatikan seller dan pemilik bisnis karena potongannya semakin beragam dan cukup memengaruhi keuntungan dari setiap transaksi.

Banyak orang baru sadar besarnya potongan marketplace setelah penjualan mulai ramai, tetapi margin keuntungan justru terasa semakin tipis. Padahal selain biaya admin utama, masih ada biaya tambahan lain seperti komisi program promo, gratis ongkir, biaya layanan, hingga biaya affiliate yang kadang tidak terasa di awal.

Perbandingan Biaya Admin Marketplace Indonesia 2026

Biaya Admin Marketplace
Sc: Pranithan Chorruangsak

Marketplace memang menawarkan traffic besar dan proses jualan yang lebih praktis. Namun di balik kemudahan tersebut, setiap platform punya struktur biaya yang berbeda tergantung kategori produk, status toko, hingga program promosi yang diikuti seller. Setiap marketplace punya struktur biaya yang berbeda sesuai kebijakan dan strategi platform masing-masing. Berikut gambaran biaya admin marketplace saat ini.

1. Shopee

Shopee masih menjadi salah satu marketplace dengan traffic terbesar di Indonesia sehingga banyak seller memilih platform ini untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau pembeli baru lebih cepat. Namun, di balik traffic yang besar tersebut, struktur biaya admin marketplace Shopee sekarang juga semakin kompleks karena ada banyak komponen biaya tambahan yang perlu diperhatikan seller sebelum menentukan harga jual produk.

Biaya admin Shopee umumnya berada di kisaran 1% hingga 10% tergantung kategori produk dan status toko. Selain itu, seller juga sering dikenakan tambahan biaya layanan program promo, gratis ongkir, biaya penanganan, hingga biaya iklan agar produk tetap muncul kompetitif di pencarian. Dalam beberapa kondisi, total potongan transaksi bahkan bisa mencapai lebih dari 15% sebelum menghitung biaya operasional bisnis lainnya.

2. Tokopedia

Tokopedia dikenal punya sistem biaya yang relatif lebih fleksibel dibanding beberapa marketplace lain karena seller bisa memilih program tertentu sesuai kebutuhan toko masing-masing. Marketplace ini juga cukup populer untuk berbagai kategori produk mulai dari fashion, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga produk digital yang membutuhkan strategi penjualan lebih stabil.

Secara umum, biaya komisi Tokopedia berada di kisaran 1% hingga 8% tergantung kategori produk dan layanan yang digunakan seller. Selain komisi utama, ada juga biaya komisi dinamis, biaya layanan Power Merchant, dan biaya pemrosesan order sekitar Rp1.250 per transaksi. Jika seller aktif menggunakan promo dan iklan marketplace, total biaya efektif juga bisa meningkat cukup besar dan memengaruhi margin keuntungan penjualan.

Baca Juga: Apakah Bisnis Kecil Perlu Website? Ini 7 Alasan Mengapa Jawabannya Ya

Admin Marketplace
Sc: Tapanakorn Katvong_Getty Images

3. Lazada

Lazada cukup dikenal sebagai marketplace yang kuat di kategori elektronik dan official store berbagai brand besar. Banyak seller memilih Lazada karena platform ini dianggap punya sistem yang lebih stabil untuk kebutuhan brand jangka panjang, terutama bagi toko yang fokus membangun citra profesional dan menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen.

Biaya komisi Lazada umumnya berada di kisaran 1,5% hingga 6% tergantung kategori produk yang dijual. Selain itu, seller juga dikenakan biaya proses pesanan sekitar Rp1.250 per transaksi terkirim. Walaupun secara persentase terlihat lebih rendah dibanding marketplace lain, seller tetap perlu memperhitungkan biaya tambahan seperti iklan Sponsored Products jika ingin produknya tetap muncul kompetitif di pencarian marketplace dan menjangkau lebih banyak pembeli.

4. TikTok Shop

TikTok Shop sekarang berkembang cukup cepat karena berhasil menggabungkan konsep konten, live streaming, dan transaksi dalam satu platform. Banyak seller tertarik menggunakan TikTok Shop karena produk bisa lebih mudah viral dan menjangkau audiens baru melalui video pendek maupun affiliate creator yang aktif mempromosikan produk setiap hari.

Namun di sisi lain, biaya admin marketplace TikTok Shop juga cukup besar jika dihitung secara keseluruhan. Selain komisi platform sekitar 6,97% hingga 10%, seller juga perlu memperhitungkan biaya affiliate yang bisa mencapai 5% hingga 20% tergantung strategi promosi yang digunakan. Ditambah biaya konten dan iklan live streaming, total potongan transaksi TikTok Shop sering menjadi salah satu yang paling tinggi dibanding marketplace lain di Indonesia.

5. Blibli

Blibli dikenal lebih fokus pada brand resmi dan seller dengan standar layanan yang lebih terkurasi dibanding marketplace lain. Platform ini cukup sering digunakan oleh brand elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga produk premium yang ingin menjaga positioning bisnis tetap terlihat profesional dan terpercaya di mata konsumen.

Biaya admin marketplace Blibli umumnya berada di kisaran 5% hingga 10% tergantung kategori produk dan skema merchant yang digunakan seller. Walaupun potongannya terlihat cukup besar, banyak brand tetap mempertimbangkan Blibli karena kualitas traffic dan tingkat kepercayaan pembelinya dinilai lebih baik untuk kebutuhan bisnis jangka panjang. Marketplace ini juga sering dianggap lebih cocok untuk seller yang ingin membangun citra brand dibanding hanya fokus mengejar volume transaksi tinggi.

Baca Juga: Cara Jualan Online Tanpa Marketplace di 2026: Strategi Bangun Brand dan Profit Lebih Besar

Biaya Admin di Marketplace
Sc: 89Stocker

Biaya Iklan Marketplace

Selain biaya admin utama, banyak seller sekarang juga harus mengeluarkan budget tambahan untuk iklan marketplace supaya produk tetap muncul di pencarian dan mampu bersaing dengan ribuan toko lain dalam kategori yang sama. Tanpa iklan, produk sering lebih sulit mendapatkan exposure karena persaingan seller di marketplace semakin ketat setiap tahunnya.

Hal inilah yang membuat biaya operasional marketplace sebenarnya jauh lebih besar dibanding yang terlihat di awal. Dalam beberapa kasus, biaya iklan bahkan bisa lebih tinggi dibanding biaya admin transaksi itu sendiri, terutama untuk kategori produk dengan kompetisi tinggi seperti fashion, skincare, gadget, dan kebutuhan rumah tangga. Karena itu, seller perlu menghitung total biaya marketplace secara menyeluruh supaya profit bisnis tetap sehat dalam jangka panjang.

Dampak Biaya Marketplace terhadap Margin

Banyak seller fokus meningkatkan jumlah penjualan tanpa benar-benar menghitung keuntungan bersih setelah dipotong berbagai biaya marketplace. Padahal biaya admin, promo, gratis ongkir, affiliate, hingga iklan yang dikeluarkan bisa membuat margin bisnis jauh lebih kecil dari yang terlihat di dashboard penjualan harian marketplace.

Karena itu, semakin besar volume transaksi sebuah bisnis, semakin penting juga memahami struktur biaya marketplace secara detail. Seller yang memahami angka biasanya lebih mudah menentukan strategi harga, memilih marketplace utama, dan mengatur promo tanpa merusak margin keuntungan. Jika tidak dihitung sejak awal, bisnis memang bisa terlihat ramai transaksi, tetapi profit sebenarnya justru terus tergerus perlahan oleh berbagai biaya tambahan yang muncul di setiap penjualan.

Marketplace Tetap Penting untuk Bisnis

Walaupun biaya admin marketplace terus meningkat setiap tahun, marketplace tetap punya peran besar dalam membantu bisnis berkembang dan menjangkau pelanggan baru lebih cepat. Traffic besar dan kepercayaan konsumen membuat platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada masih efektif digunakan untuk meningkatkan awareness produk di pasar online Indonesia.

Namun sekarang banyak bisnis mulai mengombinasikan marketplace dengan website sendiri supaya margin keuntungan tetap lebih sehat dan bisnis tidak terlalu bergantung pada perubahan kebijakan platform. Marketplace biasanya digunakan sebagai channel akuisisi pelanggan, sementara website pribadi dipakai untuk repeat order dan membangun branding bisnis yang lebih kuat. Strategi seperti ini mulai banyak dipilih karena dianggap lebih aman untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Kenapa Banyak Bisnis Mulai Punya Website Sendiri?

Semakin tinggi biaya marketplace, semakin banyak bisnis mulai mempertimbangkan website sendiri sebagai pelengkap channel penjualan. Dengan website pribadi, seller tidak perlu membayar komisi besar di setiap transaksi seperti di marketplace. Selain itu, website sendiri juga membantu bisnis terlihat lebih profesional dan memiliki kontrol lebih besar terhadap branding maupun data pelanggan. Hal seperti ini cukup penting untuk bisnis yang ingin berkembang lebih serius dalam jangka panjang.

Baca Juga: Cara Mudah Jualan Pakai AI: Mulai dari Strategi Hingga Toolsnya!

Admin di Marketplace
Sc: 89Stocker

Penutup

Pada akhirnya, biaya admin marketplace bukan lagi sekadar potongan kecil yang bisa diabaikan. Semakin berkembang sebuah bisnis, semakin penting juga memahami bagaimana struktur biaya marketplace memengaruhi margin keuntungan dan strategi penjualan secara keseluruhan. Jika Anda mulai mempertimbangkan website atau aplikasi sendiri untuk membantu bisnis lebih mandiri, pastikan untuk mendapatkan berbagai solusi digital dari DoranDev. Hubungi WhatsApp untuk konsultasi!

Read More
Bisnis, Ecommerce

7+ Risiko Terlalu Bergantung pada Marketplace dalam Jangka Panjang

DoranDev – Marketplace telah menjadi salah satu kanal penjualan favorit banyak pelaku usaha karena menawarkan akses ke jutaan calon pelanggan dalam satu platform. Risiko terlalu bergantung pada marketplace sering kali baru disadari ketika bisnis mulai menghadapi kendala yang memengaruhi penjualan, keuntungan, atau pertumbuhan jangka panjang.

Di awal perjalanan bisnis, marketplace memang bisa membantu mempercepat proses mendapatkan pelanggan. Namun, ketika seluruh aktivitas penjualan hanya bertumpu pada satu atau dua platform, ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan agar bisnis tetap stabil dan mampu berkembang secara mandiri. Berikut adalah risiko yang bisa terjadi ketika Anda terlalu bergantung pada martketplace.

7+ Risiko Terlalu Bergantung Pada Marketplace

Risiko Terlalu Bergantung Pada Marketplace
Sc: dj_aof_Getty Images

Tidak dapat dipungkiri bahwa marketplace memberikan banyak kemudahan. Mulai dari sistem pembayaran yang sudah tersedia, akses ke trafik yang besar, hingga kemudahan dalam mengelola transaksi. Namun, kemudahan tersebut juga membuat banyak bisnis terlalu nyaman hingga lupa membangun aset digital milik sendiri. Suatu saat, hal seperti ini bisa menjadi problem.

Padahal, ketergantungan yang berlebihan pada marketplace bisa membatasi ruang gerak bisnis di masa depan. Sebelum hal itu terjadi, ada baiknya memahami beberapa risiko yang mungkin muncul. Berikut beberapa risiko yang sering dihadapi oleh para pebisnis jika Anda mengandalkan marketplace sebagai sumber penjualan utama.

1. Persaingan Harga Menjadi Semakin Ketat

Salah satu tantangan terbesar di marketplace adalah tingginya jumlah penjual yang menawarkan produk serupa. Dalam kondisi seperti ini, harga sering menjadi faktor utama yang dibandingkan pembeli. Akibatnya, banyak bisnis terjebak dalam perang harga untuk mempertahankan penjualan. Jika berlangsung terus-menerus, margin keuntungan bisa semakin menipis dan ruang untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih terbatas.

2. Perubahan Kebijakan Bisa Berdampak Langsung

Marketplace memiliki hak untuk mengubah aturan, biaya layanan, algoritma pencarian, hingga sistem promosi kapan saja. Perubahan tersebut mungkin bertujuan meningkatkan layanan platform, tetapi dampaknya bisa langsung dirasakan oleh para penjual. Misalnya, kenaikan biaya admin atau perubahan algoritma pencarian dapat membuat produk lebih sulit ditemukan pelanggan. Penjual sering kali harus beradaptasi dengan cepat agar performa toko tetap terjaga.

Baca Juga: Cara Jualan Online Tanpa Marketplace di 2026: Strategi Bangun Brand dan Profit Lebih Besar

Bisnis di Marketplace
Sc: Ika Rahma

3. Profit Tergerus oleh Berbagai Biaya

Semakin besar volume penjualan, biasanya semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan kepada platform. Mulai dari biaya administrasi, komisi transaksi, biaya layanan, hingga iklan marketplace yang sering digunakan untuk meningkatkan visibilitas produk. Jika tidak dihitung dengan cermat, total biaya ini dapat mengurangi keuntungan secara signifikan. Banyak bisnis yang terlihat memiliki penjualan tinggi, tetapi margin keuntungannya justru semakin kecil karena berbagai potongan yang harus dibayarkan kepada platform.

4. Sulit Membangun Identitas Brand

Marketplace dirancang untuk memudahkan pembeli menemukan produk, bukan membangun hubungan yang kuat antara pelanggan dan merek tertentu. Akibatnya, pelanggan sering kali lebih mengingat nama marketplace dibandingkan nama bisnis yang menjual produk tersebut. Kondisi ini membuat upaya membangun brand awareness menjadi lebih menantang. Ketika pelanggan hanya berfokus pada harga dan produk, loyalitas terhadap merek juga cenderung lebih rendah.

5. Data Pelanggan Tidak Sepenuhnya Dimiliki

Dalam bisnis modern, data pelanggan merupakan aset yang sangat berharga. Data tersebut dapat digunakan untuk membangun hubungan jangka panjang, melakukan promosi, hingga meningkatkan repeat order. Sayangnya, ketika berjualan di marketplace, akses terhadap data pelanggan biasanya sangat terbatas. Penjual tidak memiliki kendali penuh untuk mengelola database pelanggan atau melakukan komunikasi langsung secara bebas. Akibatnya, peluang membangun loyalitas pelanggan menjadi lebih kecil.

Baca Juga: Website vs Marketplace: Perbedaan dan Kelebihannya untuk Bisnis

Punya Bisnis Marketplace
Sc: indypendenz

6. Risiko Ketika Akun Mengalami Masalah

Bayangkan jika seluruh penjualan bisnis bergantung pada satu marketplace, lalu akun mengalami pembatasan, gangguan teknis, atau bahkan penangguhan sementara. Dalam situasi seperti ini, operasional bisnis bisa langsung terdampak. Penjualan berhenti, pelanggan sulit dijangkau, dan arus kas dapat terganggu. Risiko seperti ini menunjukkan pentingnya memiliki beberapa saluran penjualan agar bisnis tidak bergantung sepenuhnya pada satu platform tertentu.

7. Sulit Mendapatkan Repeat Order

Marketplace memang efektif untuk mendapatkan pelanggan baru, tetapi belum tentu ideal untuk membangun hubungan jangka panjang. Karena interaksi pelanggan lebih banyak terjadi di dalam ekosistem marketplace, bisnis memiliki ruang yang terbatas untuk melakukan follow-up atau membangun komunikasi setelah transaksi selesai. Akibatnya, pelanggan lebih mudah berpindah ke penjual lain ketika menemukan harga yang lebih murah atau promosi yang lebih menarik. Hal ini membuat repeat order menjadi lebih sulit dicapai.

8. Bisnis Menjadi Bergantung pada Algoritma

Seperti media sosial, marketplace juga menggunakan algoritma untuk menentukan produk mana yang muncul di hasil pencarian atau rekomendasi. Ketika algoritma berubah, performa toko bisa ikut berubah tanpa peringatan. Produk yang sebelumnya mudah ditemukan dapat kehilangan visibilitas, sehingga penjualan ikut menurun. Ketergantungan terhadap algoritma membuat bisnis menjadi kurang stabil karena faktor yang memengaruhi penjualan tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemilik usaha.

9. Kurangnya Kendali terhadap Pengalaman Pelanggan

Saat memiliki website sendiri, bisnis dapat mengatur tampilan, alur pembelian, strategi promosi, hingga pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Di marketplace, fleksibilitas tersebut jauh lebih terbatas karena seluruh penjual harus mengikuti sistem yang sudah ditetapkan platform. Akibatnya, bisnis memiliki ruang yang lebih sempit untuk menciptakan pengalaman yang unik dan berbeda dibandingkan kompetitor.

Baca Juga: Apa Itu Google Profile Bisnis? Fitur Gratis yang Bisa Datangkan Pelanggan Baru! 

Risiko Bisnis di Marketplace
Sc: Marcial Comeron_Pexels

Penutup

Risiko terlalu bergantung pada marketplace bukan berarti Anda harus meninggalkan platform tersebut sepenuhnya. Marketplace tetap memiliki peran penting sebagai sumber trafik dan penjualan. Namun, bisnis yang ingin berkembang secara berkelanjutan perlu mulai membangun aset digital sendiri agar memiliki kendali yang lebih besar terhadap pelanggan, branding, dan strategi pemasaran.

Jika Anda ingin mengelola bisnis dengan lebih efisien melalui website, sistem penjualan digital, hingga solusi pengelolaan pelanggan yang terintegrasi, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan DoranDev. Dengan dukungan teknologi yang tepat, proses manajemen bisnis dapat menjadi lebih mudah, terukur, dan siap berkembang dalam jangka panjang. Hubungi WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut!

Read More
Ecommerce

Plugin Ongkir Terbaik? Ini Dia 10 Pilihan untuk Toko Online Kamu!

DoranDev – Bagi para pemilik toko online, mengelola pengiriman barang menjadi aspek krusial yang tidak boleh terabaikan. Memudahkan pelanggan mengetahui estimasi biaya kirim adalah salah satu kunci suksesnya. Di sinilah peran plugin ongkir terbaik menjadi sangat vital. Dengan menginstal plugin ongkos kirim untuk toko online yang tepat, Anda memberikan transparansi biaya dan pilihan ekspedisi yang beragam kepada pelanggan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan mereka saat berbelanja di tokomu.

Mengapa Anda Membutuhkan Plugin Ongkir Terbaik?

Plugin Ongkir Terbaik
(c) exabytes

Dalam era digital seperti sekarang, kecepatan dan efisiensi menjadi prioritas utama bagi konsumen. Memiliki plugin ongkir terbaik memungkinkan pelanggan memeriksa biaya pengiriman secara instan tanpa perlu meninggalkan situs web. Hal ini menghilangkan hambatan dalam proses pembelian dan mendorong mereka untuk menyelesaikan transaksi. Selain itu, plugin ongkos kirim untuk toko online juga sering kali terintegrasi dengan berbagai jasa ekspedisi, memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk memilih kurir sesuai preferensi dan anggaran mereka.

Baca Juga: Apa Itu Confidential Company? Ini Pengertian, Alasan, dan Manfaatnya

Pilihan Plugin Ongkir Terbaik untuk Toko Online Anda

Memilih plugin ongkir terbaik untuk toko online mungkin terasa menantang mengingat banyaknya pilihan yang tersedia. Setiap plugin menawarkan fitur dan keunggulan berbeda yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnismu. Pastikan Anda juga mempertimbangkan kecepatan situs webmu saat menginstal banyak plugin. Berikut adalah beberapa rekomendasi plugin ongkir terbaik yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Woongkir

Plugin Ongkir Terbaik
(c) amazonaws

Woongkir hadir sebagai salah satu plugin ongkir terbaik yang sangat direkomendasikan untuk toko online di Indonesia. Plugin ini memanfaatkan dokumentasi API dari Raja Ongkir, memastikan keakuratan data ongkos kirim. Developer Sofyan Sitorus merancang Woongkir agar Anda bisa mendapatkan informasi harga dari berbagai kurir lokal terkemuka seperti POS Indonesia, TIKI, JNE, RPX, PCP Express, Star Cargo, SiCepat, JET Express, SAP Express, dan Pahala Express.

Woongkir tidak hanya menghitung biaya berdasarkan berat, tetapi juga mempertimbangkan dimensi paketmu. Fitur unggulan lainnya dari Woongkir adalah kemampuannya membandingkan harga dari satu kurir ke kurir lainnya, memberikan pilihan paling efisien untuk pelangganmu. Ini tentu saja menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengalaman berbelanja mereka.

2. IndoOngkir

IndoOngkir menawarkan solusi plugin ongkir terbaik dengan fleksibilitas yang luar biasa. Meskipun menyediakan paket percobaan gratis, untuk fitur lengkap, Anda perlu berlangganan. Paket basic seharga Rp297 ribu per tahun memungkinkan penggunaan di satu website, sementara paket Pro dan Extend mendukung hingga 5 atau 10 website.

Keunggulan utama IndoOngkir terletak pada kemampuannya mengaktifkan kurir yang berbeda untuk wilayah yang berbeda. Misalnya, Anda bisa mengatur JNE untuk pengiriman di Jawa Tengah dan J&T untuk Jawa Barat, memberikan opsi pengiriman yang lebih optimal sesuai lokasi pelanggan. Fitur ini sangat membantu dalam mengelola logistik toko onlinemu.

Baca Juga: Apa Itu Business Process Outsourcing (BPO)? Ini Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

3. Borzo

Borzo menjadi pilihan plugin ongkir terbaik yang menawarkan fitur lengkap untuk pengalaman pengiriman yang lebih baik. Plugin ini dilengkapi dengan sistem pelacakan (tracking) yang canggih, memungkinkan Anda dan pelanggan memantau status pengiriman secara real-time. Borzo juga mengirimkan notifikasi kepada penerima paket, menjaga mereka selalu terinformasi.

Selain itu, Borzo mendukung pengiriman barang dari tokomu serta melayani pengiriman dengan sistem Cash On Delivery (COD). Fitur COD ini sangat diminati oleh banyak pelanggan di Indonesia, sehingga Borzo menjadi plugin ongkos kirim untuk toko online yang sangat relevan untuk meningkatkan konversi penjualanmu.

4. Raja Ongkir

Sesuai namanya, Raja Ongkir adalah salah satu plugin ongkir terbaik dan terpopuler di Indonesia. Tidak hanya berfungsi sebagai plugin, Raja Ongkir juga bisa Anda gunakan untuk mengecek resi atau ongkos kirim melalui aplikasi smartphone. Anda bisa dengan mudah mengintegrasikan Raja Ongkir ke website toko online-mu dengan menambahkan widget ongkos kirim.

Raja Ongkir terkenal sebagai penyedia dokumentasi API yang banyak digunakan oleh developer lain untuk menciptakan aplikasi ongkos kirim. Ini menunjukkan kredibilitas dan keandalan data yang disediakan oleh Raja Ongkir, menjadikannya fondasi bagi banyak solusi pengiriman lainnya.

5. Deliveree: Solusi Pengiriman Kargo Beragam Armada

Deliveree merupakan plugin ongkir terbaik yang tidak kalah populer dari Raja Ongkir. Platform ini berbasis aplikasi dan website online, menawarkan layanan pengiriman dengan berbagai jenis armada, mulai dari mobil kecil hingga besar, mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa. Deliveree memungkinkan Anda melakukan pengiriman kargo atau barang dengan ukuran dan berat bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnismu.

Fleksibilitas armada yang ditawarkan Deliveree menjadikannya pilihan ideal untuk pengiriman barang-barang besar atau dalam jumlah banyak. Anda bisa dengan mudah menyesuaikan jenis kendaraan yang dibutuhkan untuk mengangkut pesanan pelangganmu.

Baca Juga: Purchasing Staff Adalah Pilar Pengadaan: Tugas, Level, dan Skill Utama

Plugin Ongkir Terbaik
(c) jubelio

6. OngkosKirim.ID

OngkosKirim.ID adalah rekomendasi plugin ongkir terbaik berikutnya yang menyediakan berbagai pilihan kurir populer seperti JNE YES, JNE OKE, TIKI ONS, dan SiCepat BEST. Jika Anda membutuhkan fitur premium yang lebih lengkap, OngkosKirim.ID menawarkan paket berbayar dengan harga terjangkau, yaitu Rp199 ribu dan Rp399 ribu.

Dengan pilihan kurir yang beragam dan paket premium yang menarik, OngkosKirim.ID menjadi solusi komprehensif untuk kebutuhan pengiriman toko online-mu. Anda bisa memastikan pelanggan mendapatkan opsi pengiriman yang sesuai dengan preferensi mereka.

7. Plugin Ongkir Tonjoo Studio

Sebelum mengembangkan plugin ongkos kirim, Tonjoo Studio sudah dikenal sebagai pengembang website dan software terkemuka di Indonesia. Plugin ongkos kirim Tonjoo Studio juga menggunakan dokumentasi API dari Raja Ongkir, menjamin akurasi data. Anda bisa memilih dari empat pilihan paket: Basic, Personal, Multi, dan Developer, disesuaikan dengan skala bisnismu.

Paket Basic bahkan menyediakan fasilitas free API ongkir hingga kecamatan, pilihan kurir yang beragam, dan tim support yang siap membantu jika Anda mengalami kendala. Ini menjadikan Tonjoo Studio sebagai pilihan plugin ongkos kirim untuk toko online yang patut Anda pertimbangkan.

8. Epeken

Epeken menawarkan dua pilihan paket untuk plugin ongkir terbaik mereka: gratis dan premium. Anda bisa mencoba versi demo gratisnya terlebih dahulu untuk merasakan fitur-fiturnya. Jika Anda membutuhkan fungsionalitas yang lebih lengkap, Epeken menyediakan paket premium mulai dari Rp25 ribu per bulan. Fleksibilitas paket yang ditawarkan Epeken menjadikannya pilihan menarik bagi toko online dari berbagai skala. Anda bisa memulai dengan versi gratis dan beralih ke premium saat bisnismu berkembang.

9. WooCommerce JNE Shipping

WooCommerce JNE Shipping adalah plugin ongkir terbaik yang fokus menyediakan layanan pengiriman melalui JNE. Plugin ini memiliki tiga versi yaitu JNE Free, JNE Full, dan JNE Exclusive. Versi premium menawarkan fitur-fitur canggih seperti POS Shipping, perhitungan berat otomatis, widget cek ongkos kirim, dan pelacakan (tracking) pengiriman. Jika mayoritas pelangganmu menggunakan JNE, plugin ini menjadi solusi yang sangat efisien. Anda bisa menyajikan estimasi biaya JNE secara akurat langsung di tokomu, memberikan kemudahan kepada pelanggan.

10. WooGoSend, WooReer, dan WooGrabExpress

WooGoSend, WooReer, dan WooGrabExpress adalah kelompok plugin ongkir terbaik yang menyediakan layanan pengiriman instan menggunakan Gosend dan GrabExpress. Dengan plugin-plugin ini, Anda bisa memperkirakan biaya antar barang berdasarkan perhitungan kilometer secara real-time.

Plugin ini sangat cocok untuk toko online yang melayani pelanggan di area lokal atau yang membutuhkan pengiriman cepat. Kemudahan dalam mengetahui biaya antar dengan perhitungan kilometer menjadi keunggulan utama dari plugin-plugin ini.

Baca juga: 7 Plugin WordPress untuk Toko Online, Bisnis Pasti Meningkat!

Penutup

Dengan berbagai pilihan plugin ongkir terbaik yang tersedia, Anda bisa menemukan solusi yang paling sesuai untuk toko online-mu. Memasang plugin ongkos kirim untuk toko online yang tepat akan sangat memudahkan pelanggan dalam mengetahui besaran biaya kirim, meningkatkan pengalaman berbelanja mereka, dan pada akhirnya, mendorong loyalitas.

Jadi, tunggu apa lagi? Pilih plugin ongkir terbaik yang paling Anda butuhkan dan rasakan langsung manfaatnya! Untuk informasi lebih lanjut mengenai strategi bisnis online lainnya, Anda bisa mengunjungi JeBusiness.

Read More
Ecommerce, Rekomendasi

E Commerce Luar Negeri: Peluang Emas untuk Memperluas Bisnis Anda

DoranDev – Pasar global kini menjadi lebih terbuka berkat perkembangan e-commerce luar negeri. Sebagai pelaku bisnis, instansi, maupun komunitas kerja, Anda kini memiliki peluang lebih besar untuk menembus batas negara dengan menjangkau konsumen internasional. Memahami strategi, platform, serta daftar e-commerce terbaik di dalam dan luar negeri dapat membantu Anda mengoptimalkan potensi ini.

Mengapa E Commerce Luar Negeri Penting untuk Pertumbuhan Bisnis?

E Commerce Luar Negeri
canva

Masuk ke pasar e-commerce global berarti membuka pintu bagi jutaan calon pelanggan baru sekaligus memperbesar potensi penjualan. Langkah ini akan memperkuat kesadaran merek di tingkat internasional, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan mengurangi ketergantungan pada pasar lokal.

Besarnya peluang ini tercermin dalam data Statista, sebuah platform intelijen bisnis global yang menyajikan lebih dari 80 000 topik dari 22 500 sumber di 170 industri. Statista memproyeksikan jumlah pembeli daring di seluruh dunia akan melampaui 2,7 miliar pada tahun 2025, sebuah angka yang menegaskan betapa luasnya pasar yang dapat digarap melalui toko online luar negeri.

Platform E Commerce Luar Negeri Terbaik untuk Bisnis Anda

Menembus pasar internasional melalui e-commerce luar negeri bukanlah hal yang mustahil. Anda hanya perlu memilih platform yang tepat sesuai dengan karakteristik produk dan target pasar. Berikut ini adalah daftar platform e commerce luar negeri terbaik yang bisa menjadi pintu gerbang bisnis Anda menuju pasar global:

1. Amazon 

e commerce luar negeri
canva

Amazon adalah salah satu marketplace terbesar di dunia dengan jangkauan hampir ke seluruh benua. Platform ini mendukung penjualan berbagai kategori produk, mulai dari elektronik dan buku hingga fashion serta kebutuhan rumah tangga. Melalui program Fulfillment by Amazon (FBA), Anda bisa menitipkan stok barang di gudang Amazon, lalu biarkan mereka mengurus proses pengemasan dan pengiriman hingga sampai ke tangan pembeli.

Salah satu keunggulan utama Amazon terletak pada jaringan logistik yang sangat kuat dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi. Di samping itu, tersedia pula beragam alat iklan canggih untuk membantu Anda mempromosikan produk. Namun, perlu diingat bahwa persaingan di platform ini sangat ketat dan biaya listing serta biaya FBA bisa tergolong tinggi, sehingga perencanaan strategi dan pengelolaan anggaran menjadi kunci keberhasilan.

2. eBay

e commerce luar negeri
canva

eBay memberikan kebebasan berjualan yang lebih luas dengan menawarkan dua skema transaksi sekaligus. Anda dapat melelang produk bagi para pembeli yang ingin menawar dan berebut harga, atau menyediakan opsi “Buy It Now” bagi mereka yang lebih memilih melakukan pembelian secara langsung. Model ini sangat ideal untuk menjual barang-barang koleksi, produk antik, elektronik rekondisi, serta item unik yang sulit ditemukan di pasar umum.

Keunggulan eBay terletak pada basis pembeli internasional yang setia serta fleksibilitas dalam memasarkan produk bekas atau barang dengan nilai koleksi tinggi. Namun, perlu diingat bahwa biaya pemasangan iklan dan persentase komisi penjualan pada eBay dapat mencapai angka yang cukup besar, sehingga penting untuk menghitung struktur biaya agar tetap menguntungkan.

Baca juga: Bisnis Thrifting: Peluang Usaha Menguntungkan dengan Modal Kecil

3. Alibaba

e commerce luar negeri
haymarketmedia

Alibaba hadir sebagai platform business-to-business (B2B) yang memudahkan produsen dan distributor memasarkan barang dalam skala besar ke seluruh dunia. Di sini Anda bisa membuat katalog produk secara lengkap, lalu langsung menerima permintaan penawaran dari calon pembeli internasional. Dengan begitu, proses negosiasi dan transaksi grosir jadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Platform ini sangat cocok bagi produsen dan supplier yang ingin mengejar exposure global di pasar grosir, sehingga jangkauan bisnis bisa berkembang pesat. Namun, jika Anda lebih fokus pada penjualan retail per unit, Alibaba mungkin kurang ideal, karena memang dirancang untuk mendukung transaksi dalam jumlah besar.

4. Etsy

e commerce luar negeri
reuters

Etsy adalah platform yang dikhususkan untuk kreator dan pengrajin yang ingin menjual produk handmade, kerajinan tangan, karya seni, atau barang vintage berusia minimal 20 tahun. Di sini Anda bisa membangun audiens niche yang benar-benar menghargai keunikan dan kreativitas setiap produk, sehingga hubungan dengan pembeli terasa lebih personal dan penuh makna.

Dengan basis pembeli internasional yang memiliki minat tinggi terhadap produk unik dan kreatif, Etsy memberikan peluang bagi penjual untuk memperluas pasar mereka ke berbagai negara. Perlu diingat bahwa Etsy menerapkan kurasi ketat, jadi pastikan produk Anda sesuai dengan ketentuan agar bisa diterima dan tampil dengan baik di platform ini.

5. Walmart Marketplace

e commerce luar negeri
catsy

Walmart Marketplace kini menjadi pesaing kuat Amazon di Amerika Serikat, menawarkan akses langsung ke jutaan pelanggan yang sudah mempercayai merek Walmart. Dengan infrastruktur logistik yang mumpuni, Anda dapat mengandalkan layanan pengiriman dan penanganan pesanan yang cepat dan andal. Platform ini sangat cocok bagi brand yang ingin memasuki pasar besar Amerika dengan dukungan reputasi kuat dan kepercayaan konsumen.

Meski potensi jangkauannya luas, proses pendaftaran sebagai penjual di Walmart Marketplace terbilang lebih selektif. Anda perlu memenuhi standar kualitas dan persyaratan tertentu agar dapat diterima. Namun dengan persiapan yang matang, Anda bisa memanfaatkan peluang besar untuk memperluas bisnis dan meningkatkan penjualan di pasar Amerika Serikat.

Baca juga: 7 SaaS Company Indonesia yang Cocok untuk Bisnis Anda

6. AliExpress

e commerce luar negeri
blueraycargo

AliExpress adalah platform ritel milik Alibaba Group yang dirancang untuk menjangkau konsumen di seluruh dunia. Banyak pelaku dropshipping menggunakan AliExpress karena memungkinkan pengiriman langsung dari supplier di China ke pelanggan tanpa perlu menyimpan stok sendiri.

Dengan berbagai pilihan produk yang sangat beragam dan harga yang kompetitif, Anda bisa menawarkan barang unik atau populer sesuai kebutuhan pasar. Meskipun demikian, waktu pengiriman menuju negara-negara barat seringkali lebih lama dibanding platform lain. Jika Anda mengandalkan AliExpress, penting untuk mengelola ekspektasi pelanggan terkait durasi pengiriman dan memilih supplier dengan reputasi baik agar pengalaman belanja tetap memuaskan.

7. Rakuten

e commerce luar negeri
shopping.rakuten

Rakuten adalah platform e-commerce terbesar di Jepang dengan basis pengguna yang sangat loyal. Di sini produk fashion, elektronik, makanan khas Asia, hingga perlengkapan rumah tangga bisa ditemukan oleh konsumen yang menghargai kualitas dan variasi. Jika Anda ingin memperluas jangkauan ke Asia Timur, Rakuten memberikan akses langsung ke pasar Jepang yang tersegmentasi dengan baik dan siap menerima produk baru.

Untuk berhasil di Rakuten, Anda perlu menyesuaikan konten dengan bahasa dan budaya lokal. Pastikan deskripsi produk diterjemahkan secara akurat dan strategi pemasaran disesuaikan dengan kebiasaan belanja Jepang. Dengan persiapan yang matang dalam hal penerjemahan dan penyesuaian kultur, Rakuten bisa menjadi pintu gerbang ekspansi yang efektif bagi brand Anda.

8. Shopee Internasional 

e commerce luar negeri
brasct

Awalnya populer di Asia Tenggara, Shopee kini berekspansi ke pasar seperti Brasil, Meksiko, dan beberapa negara di Eropa Timur. Dengan antarmuka yang intuitif dan sistem promosi yang agresif, platform ini membuka peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk memperluas pasar secara bertahap ke negara-negara baru, tanpa mengorbankan kemudahan operasional yang sudah mereka kenal.

Selain familiar bagi penjual lokal, Shopee memfasilitasi ekspansi cepat berkat dukungan sistem logistik yang memadai, mulai dari penyimpanan hingga pengiriman. Namun untuk memaksimalkan potensi global, penting bagi bisnis memahami regulasi lintas negara, termasuk bea cukai dan persyaratan pengiriman, agar proses pengiriman barang selalu berjalan lancar.

Baca juga:10 Jenis-Jenis Marketing yang Sering Digunakan, Apa Saja?

Optimalkan Bisnis Online Anda dengan JeBusiness!

Jebusiness
Sc: dorandev

Mengelola bisnis online, utamanya di e commerce luar negeri, membutuhkan lebih dari sekadar produk yang menarik. Anda juga memerlukan sistem manajemen yang andal, efisien, dan terintegrasi. Untuk itu, Jebusiness dari DoranDev hadir sebagai solusi modern untuk kebutuhan bisnis digital Anda. 

JeBusiness adalah penyedia layanan pembuat aplikasi belanja online luar negeri atau katalog online untuk pengusaha agar mereka lebih mudah mengenalkan dan mempromosikan produk-produk mereka. Memiliki aplikasi sendiri tentu saja akan memudahkan pemilik maupun pembeli untuk mengatur stock, mengadakan promosi, hingga melakukan transaksi. 

JeBusiness mendukung bisnis Anda tumbuh lebih cepat dan lebih efisien, tanpa batasan lokasi. Siap mengoptimalkan bisnis Anda ke level berikutnya? Kunjungi Jebusiness di DoranDev dan temukan bagaimana solusi ini dapat membantu Anda bersaing di era digital! Hubungi kami via WhatsApp sekarang juga untuk konsultasi gratis dan demo produk!

Read More
Ecommerce

7 Program Affiliate di Indonesia dengan Cuan Lumayan!

DoranDev – Affiliate marketing semakin populer di Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan e-commerce yang pesat. Program affiliate menawarkan peluang bagi siapa saja untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan mempromosikan produk atau layanan. Jika Anda tertarik mencoba, berikut adalah daftar 7 program affiliate di Indonesia yang patut dipertimbangkan!

Program Affiliate di Indonesia

Program affiliate menjadi salah satu cara yang efektif untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Jika Anda tertarik untuk memulai, berikut adalah tujuh program affiliate di Indonesia yang dapat Anda coba:

1. Youtube Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: YouTube – YouTube Creators

Affiliate marketing memungkinkan Anda mendapatkan komisi melalui tautan affiliate yang ditempatkan di deskripsi video. Setiap kali audiens membeli produk melalui tautan tersebut, Anda bisa memperoleh penghasilan. Program ini cocok bagi YouTuber dengan basis pengikut setia yang ingin memonetisasi konten mereka.

Baca juga: Apa Itu Digital Marketing? Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

2. Shopee Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Shopee

Shopee, sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, menawarkan program affiliate yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dilakukan melalui tautan Anda. Dengan berbagai produk dan promosi yang menarik, Anda dapat dengan mudah memanfaatkan audiens Anda untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

3. TikTok Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Tiktok

Dengan popularitas TikTok yang terus meningkat, program affiliate TikTok memungkinkan Anda untuk mempromosikan produk melalui video pendek. Anda dapat bekerja sama dengan brand dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang berasal dari tautan yang Anda bagikan. Ini adalah cara yang inovatif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

4. Tokopedia Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Biteship

Tokopedia menawarkan program affiliate yang menarik, di mana Anda dapat mempromosikan berbagai produk yang tersedia di platform mereka. Setiap transaksi yang dilakukan melalui tautan Anda akan memberikan komisi dan menjadikannya pilihan yang baik untuk para affiliate marketer yang ingin menjangkau lebih banyak pelanggan.

5. Lazada Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Lazada

Lazada adalah platform e-commerce yang terkenal di Indonesia dengan program affiliate yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari penjualan produk. Dengan banyaknya kategori produk dan promo yang sering diadakan, Anda memiliki banyak peluang untuk menghasilkan pendapatan.

Baca juga: Website vs Marketplace: Perbedaan dan Kelebihannya untuk Bisnis

6. Tiket.com Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Kacamata Hani

Tiket.com memiliki program affiliate yang cocok bagi Anda yang ingin mempromosikan layanan pemesanan tiket dan hotel. Anda dapat mendapatkan komisi dari setiap pemesanan yang dilakukan melalui tautan Anda. Hal ini adalah pilihan yang baik untuk mereka yang tertarik di industri travel.

7. Zalora Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Zalora

Zalora adalah platform fashion online yang menawarkan program affiliate bagi para pemasar. Anda dapat mempromosikan berbagai produk fashion dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan. Zalora juga sering memberikan diskon menarik yang dapat membantu meningkatkan konversi.

8. Traveloka Affiliate

Program Affiliate di Indonesia
Sc: Traveloka

Traveloka sebagai salah satu platform travel terbesar di Indonesia, menawarkan program affiliate yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari pemesanan tiket pesawat, hotel, dan berbagai layanan lainnya. Dengan berbagai penawaran menarik, ini menjadi kesempatan bagus untuk mempromosikan produk travel.

Baca juga: Ide Bisnis dengan Modal Minim Hingga Tanpa Modal

Kesimpulan

Bergabung dengan program affiliate di Indonesia ini tidak hanya memberikan Anda peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga membantu Anda membangun jaringan bisnis online yang lebih luas. Pilihlah program yang sesuai dengan niche dan audiens Anda agar lebih efektif.

Dengan memanfaatkan program-program affiliate di atas, Anda dapat memulai perjalanan Anda dalam dunia pemasaran online. Gunakan aplikasi bisnis online untuk mempermudah pengelolaan dan memaksimalkan keuntungan dari program affiliate yang Anda jalani. Mulailah sekarang dan wujudkan kesuksesan bisnis Anda!

Read More
Ecommerce

Website vs Marketplace: Perbedaan dan Kelebihannya untuk Bisnis

DoranDev – Sebagai seorang pebisnis, masalah yang sering kali dihadapi adalah bingung dengan platform yang digunakan ketika akan menjual produk atau jasa. Apakah itu menggunakan website atau marketplace? Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, Anda bisa memahami Website vs Marketplace pada artikel berikut agar tidak bingung saat memperkenalkan produk dan jasa Anda ke para konsumen. 

Pengertian Website vs Marketplace

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Website dan marketplace adalah dua platform yang sangat berperan dalam kesuksesan bisnis untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Secara umum, website adalah website adalah sebuah platform yang digunakan untuk menampilkan produk yang dijual dan dikelola oleh satu perusahaan maupun brand.

Sementara itu, marketplace adalah platform yang menjual banyak brand dan biasanya terdiri dari banyak toko atau brand. Saat menggunakan marketplace, Anda dapat membeli atau menjual produk secara bersama-sama walaupun di toko yang berbeda. Sekilas memang website vs marketplace terlihat sama, namun keduanya memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pengelolaan hingga biaya yang diperlukan. 

Baca juga: Apa Itu Digital Marketing? Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

Perbedaan Website vs Marketplace

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Untuk lebih paham mengenai website vs marketplace. Berikut adalah perbedaan yang dapat Anda jadikan sebagai pertimbangan dalam menentukan platform bisnis. Setidaknya ada empat perbedaan dalam kedua platform tersebut yang di antaranya adalah:

1. Hubungan dengan Konsumen

Perbedaan website vs marketplace yang pertama adalah dilihat dari cara membangun hubungan bisnis dengan konsumen. Saat membangun hubungan di marketplace, Anda akan terbatas karena hanya bisa menghubungi konsumen melalui chat saja. 

Sementara itu dalam website, Anda dapat membagun hubungan konsumen lebih baik dengan berbagai cara seperti memanfaatkan fitur live chat, mengarahkan pengunjung untuk berlangganan email agar mendapat info promo terbaru dan mengarahkan pengunjung ke akun media sosial. Dengan demikian, Anda dapat lebih mudah membangun hubungan dengan para pelanggan atau calon konsumen.

2. Pengelolaan

Selain hubungan dengan konsumen, perbedaan website vs marketplace juga dapat dilihat dari segi pengelolaannya. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh marketplace adalah adanya fitur lengkap seperti gambar produk, kolom deskripsi, hingga kolom review. Namun, dengan fitur yang disediakan, Anda tidak dapat merubahnya sesuai style bisnis yang Anda miliki. 

Berbeda dengan website, Anda dapat dengan mudah mengubah mengatur style dan desain platform sesuai dengan brand identity dalam bisnis Anda. Bahkan kini sudah tersedia tools atau Content Management System yang memudahkan Anda untuk mengatur website seperti WordPress.

Baca juga: Apa Itu Riset Pasar dan Bagaimana Tips Melakukannya?

3. Biaya

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Biaya juga menjadi salah satu hal yang tidak bisa dihindari dalam bisnis seperti ongkos kirim, biaya garansi, dan biaya administrasi. Ketika menggunakan marketplace, Anda tidak dapat mengatur biaya transaksi secara fleksibel karena harus mengikuti prosedur marketplace. Bahkan biaya administrasi di marketplace biasanya dibebankan kepada penjual dan pembeli di setiap transaksi.  

Sementara itu, jika menggunakan website Anda dapat menentukan biaya transaksinya. Dengan begitu, Anda dapat meraih profit dari kegiatan jual beli yang Anda lakukan tidak akan bebas dari biaya administrasi. Sehingga Anda dan konsumen akan saling menguntungkan. 

4. Kompetitor

Perbedaan website vs marketplace yang terakhir adalah dari kompetitornya. Seperti yang Anda ketahui kalau dalam marketplace terdapat berbagai toko dan brand dalam satu waktu saat konsumen mencari produk tertentu. Sehingga, Anda harus pintar dalam merancang strategi agar produk yang Anda juga dapat bersaing dari harga, kualitas keamanan packing, hingga kecepatan pengiriman. 

Sama halnya saat menggunakan website, Anda juga perlu mengatur strategi agar website muncul di posisi teratas atau setidaknya berada di halaman pertama Google. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan konsumen sering memilih website yang muncul pada halaman pertama sesuai dengan keyword yang dicarinya. 

Baca juga: Cara Menentukan Target Pasar Agar Bisnis Anda Semakin Sukses

Kelebihan Website untuk Bisnis

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Setelah memahami pengertian dan perbedaan website vs marketplace, berikut adalah beberapa kelebihan website yang dapat Anda rasakan manfaatnya:

  • Bisnis akan terlihat lebih profesional dan kredibel karena kebanyakan konsumen sering menganggap kehadiran website akan meningkatkan kepercayaan dalam bertransaksi. 
  • Dapat melakukan mengumpulkan data pelanggan melalui formulir kontak, langganan email, atau survei yang dapat digunakan untuk retargeting konsumen yang sudah pernah berinteraksi.
  • Sebagai pemilik bisnis, Anda akan mengontrol platform sepenuhnya yang dapat Anda sesuaikan dengan gaya bisnis.
  • Gratis biaya admin dalam setiap pembelian produk. 

Baca juga: Pengertian Analisis SWOT Makanan dan Contohnya

Kelebihan Marketplace untuk Bisnis

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Kelebihan marketplace juga tidak kalah menarik dari website. Pasalnya, dengan menggunakan marketplace Anda dapat memanfaatkan fitur lengkap marketplace tanpa perlu menyetingnya seperti website. Untuk lebih jelas, simak kelebihannya berikut ini: 

  • Mempermudah bisnis Anda untuk meningkatkan brand awareness karena marketplace memiliki database yang besar dan dapat memberikan eksposur kepada bisnis Anda. 
  • Dapat langsung berjualan tanpa perlu mendesain website untuk bisnis online karena marketplace sudah menyediakan fitur yang lengkap untuk memudahkan proses transaksi jual beli. 
  • Tidak perlu repot menjaga sistem karena semua jenis update, bug, dan kendala sistem lain nya menjadi tanggung jawab pengelola marketplace.

Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

Website vs Marketplace
sc: Freepik

Memilih website maupun marketplace adalah pilihan yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Setiap platform memiliki kelebihannya masing-masing seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Untuk itu, apapun pilihan Anda pastikan produk maupun jasa yang Anda jual dapat ditemukan oleh pelanggan potensial dan menghasilkan keuntungan yang besar. 

Baca juga: Mengenal Analisis SWOT Usaha dan Cara Melakukannya

Penutup

Demikian pembahasan mengenai website vs marketplace yang dapat Anda gunakan untuk memperkenalkan produk dan jasa kepada konsumen. Apapun pilihan Anda, keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Sehingga, pastikan untuk memilihnya dengan tepat. Adapun hal lain yang perlu Anda perhatikan saat menjalankan bisnis adalah menggunakan  aplikasi bisnis online agar sistem bisnis Anda terasa efektif dan efisien.

Read More
Ecommerce

7+ Rekomendasi Aplikasi Belanja Online Populer

DoranDev – Di era digital ini sudah tidak terhitung banyaknya aplikasi belanja online yang tersebar di Indonesia. Bahkan sudah banyak usaha mulai dari kelas atas hingga menengah ke bawah memiliki aplikasinya sendiri untuk memudahkan transaksi online. Nah berikut ini deretan aplikasi belanja atau jualan online yang bisa Anda pilih! 

Rekomendasi Aplikasi Belanja Online

Hanya cukup pilih barang atau jasa yang diinginkan melalui sebuah aplikasi, Anda sudah bisa membelib banyak hal yang dibutuhkan dari rumah saja. Berikut adalah aplikasi belanja online populer yang bisa Anda coba. 

1. Tokopedia 

Tokopedia adalah salah satu e-commerce populer di Indonesia yang menawarkan berbagai layanan seperti pembayaran tagihan dan pembelian pulsa. Tokopedia juga berhasil menggaet BTS sebagai brand ambassador-nya. 

Melalui Tokopedia, Anda bisa melakukan berbagai transaksi dan menikmati promo menarik, seperti kampanye ‘Waktu Indonesia Belanja’. Tokopedia juga memberikan jaminan pengembalian uang jika barang tidak sampai atau melewati batas waktu yang ditentukan. 

2. Shopee

Shopee, pesaing terbesar Tokopedia, juga tidak ingin ketinggalan dengan melibatkan Blackpink sebagai brand ambassador dan berhasil menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia. Keunggulan Shopee adalah harga yang terjangkau, pengiriman cepat, dan seringkali gratis ongkir. 

Jika Anda merupakan pelaku bisnis yang mencari pelanggan, Shopee bisa menjadi pilihan tepat. Banyak bisnis yang memanfaatkan diskon ongkir di Shopee untuk menarik pelanggan. Adanya Shopee Paylater juga membuat tingkat konsumsi pengguna Shopee semakin meningkat. 

Baca juga: 100 Usaha yang Menjanjikan dengan Untung Besar, Berani Coba?

3. TikTok Shop 

TikTok, aplikasi populer untuk video pendek, juga memiliki fitur social e-commerce yang dikenal sebagai TikTok Shop. Di sini, pengguna dapat menjual berbagai macam produk, seperti pakaian, sepatu, makanan, dan alat elektronik. Penjual dapat mempromosikan produk mereka melalui live TikTok untuk menarik minat kreator dan pengguna lainnya. 

TikTok Shop menawarkan pengalaman belanja yang mudah, di mana pengguna dapat membeli produk sambil menjelajahi konten di platform ini. Fitur TikTok Shop juga sering memberikan keuntungan kepada pengguna, seperti ongkos kirim gratis dan potongan harga. Jika Anda ingin mencoba berbelanja di TikTok Shop, cukup unduh aplikasi TikTok dan cari tab TikTok Shop di dalamnya.

4. Lazada

Lazada, platform toko online B2C terkemuka, yang merupakan anak perusahaan Grup Alibaba China, Lazada telah memperluas jangkauannya ke banyak negara di Asia. Dengan fitur menarik seperti diskon harian, penawaran acara khusus, dan LazMall yang menampilkan produk dari merek terkenal, Lazada menjadi aplikasi belanja online yang terbaik dan terjangkau. 

Di Lazada, Anda dapat menemukan beragam produk dengan harga terbaik, termasuk peralatan rumah tangga, produk elektronik, dan aksesoris, dengan diskon menarik yang membantu pengguna berhemat saat berbelanja.

5. Bukalapak

Bukalapak, e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky pada 10 Januari 2010, merupakan pesaing Tokopedia yang populer. Dengan iklan-iklan yang unik dan menarik, Bukalapak sering menawarkan promo menarik seperti flash sale dan program potongan harga lainnya. 

Melalui fitur BukaMall, Bukalapak menyediakan barang-barang asli bergaransi dari berbagai merek, sementara BukaMart menyediakan kebutuhan rumah tangga dan sehari-hari secara virtual. Dengan interface yang sederhana dan metode pembayaran yang aman dan bervariasi, Bukalapak membuat proses jual beli menjadi mudah, praktis, dan aman.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi dan Cara untuk Jualan Online Tanpa Modal

6. Blibli

Blibli.com adalah e-commerce asli Indonesia yang mengadopsi model bisnis B2B, B2C, dan B2B2C. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuka toko online secara gratis dan mudah. Anda dapat menjual berbagai macam produk mulai dari kebutuhan primer, elektronik, kebutuhan sehari-hari, hingga produk gaya hidup. 

Blibli memiliki basis pelanggan yang luas di seluruh Indonesia, memudahkan pemasaran produkmu. Dukungan dari armada BES dan 15 mitra logistik, 20 gudang, dan 32 hub di kota-kota besar di Indonesia, memastikan kecepatan pengiriman yang handal. Layanan pelanggan 24 jam juga tersedia untuk mendukung kepuasan pelanggan saat berbelanja di toko online Anda. 

7. OLX

OLX adalah aplikasi jual beli online yang sangat populer di Indonesia. Sebelumnya dikenal dengan nama Tokobagus.com, OLX menjadi hasil penggabungan dengan Berniaga.com pada tahun 2014. Saat ini, OLX hadir dalam bentuk aplikasi di platform iOS dan Android, memudahkan pengguna dalam proses jual beli dan pencarian barang atau jasa. 

Di OLX, Anda dapat menemukan berbagai barang bekas atau baru. Bahkan saat ini saja tidak hanya barang, ada juga properti hingga otomotif yang di jual melalui OLX. Menariknya, memasang iklan di OLX tidak dipungut biaya alias gratis.

8. Sociolla 

Sociolla adalah platform belanja online yang terkenal di kalangan wanita Indonesia. Menawarkan berbagai produk kecantikan, mulai dari parfum, kosmetik, hingga produk perawatan kulit, Sociolla menjadi pilihan utama bagi banyak wanita. 

Didirikan pada tahun 2015 sebagai situs web, Sociolla kemudian berkembang menjadi toko O2O (Online To Offline) dengan hadirnya Sociolla Store. Keaslian produk dijamin oleh Sociolla, menjadikannya populer di kalangan konsumen Indonesia.

Baca juga: Mengenal Jebusiness: Aplikasi Bisnis Online Terbaik untuk Scale Up Bisnis Anda! 

Penutup 

Itulah deretan rekomendasi aplikasi belanja dan jualan online yang bisa Anda coba. Saat ini sudah banyak perusahaan yang membuat aplikasi sendiri untuk usahanya mengingat ada banyak potongan yang harus diberikan bila menggunakan e-commerce atau aplikasi belanja online di atas. Bila Anda ingin membuat aplikasi sendiri untuk usaha Anda dengan harga terjangkau dan proses cepat, pastikan untuk memakai jasa Jebusiness! Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi CS kami via WhatsApp.

Read More
Bisnis, Ecommerce

Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis. Bagaimana Caranya?

DoranDev – Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis sangat penting dilakukan ketika kamu memulai berbisnis. Hal ini dilakukan agar tidak tercampur antara uang bisnis dan pribadi, sehingga kamu akan lebih fokus dalam menjalankan bisnismu. Disamping itu kamu akan dapat menghitung berapa besar keuntungan yang kamu dapatkan dari hasil bisnis itu sendiri. Lalu bagaimana cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis? Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan menjadi satu hal yang penting dalam menjalankan bisnis. Kamu harus mencatat arus keuangan dengan melampirkan bukti pembayaran atau transaksi untuk mengontrol penggunaan uang bisnis.

Baca juga: Aplikasi Bisnis Untuk Memulai Bisnismu

Memisahkan Rekening

Selanjutnya kamu harus memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Dengan memisahkan rekening kamu akan lebih mudah dalam melakukan perencanaan keuangan. Kamu akan bisa mengatur keuangan mulai dari modal hingga laba yang kamu dapatkan.

Menggaji Diri Sendiri

Cara ini mungkin cukup sulit untuk diterpakan diawal. Apalagi jika bisnis yang dijalankan belum terlalu besar. Namun cara ini lebih efektif jika dibandingkan kamu harus mengambil uang bisnis untuk keperluan pribadi. Mengambil uang pribadi untuk keperluan pribadi akan membuat keuangan bisnis kamu berantakan dan tidak terpantau dengan baik. Akibatnya kamu akan kesulitan untuk mengatur keuangan bisnismu dan pengelolaan barang dagangan kamu.

Baca juga: Mengenal JeBusiness: aplikasi bisnis online terbaik untuk Scale Up Bisnis Anda!

Diatas merupakan cara untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Kamu harus memisahkannya dan mulai mengembangkan bisnis kamu. Nah Dorandev punya saran nih untuk kamu agar bisnismu semakin berkembang. Apa sarannya? Yaps, kamu bisa menggunakan Aplikasi Jebusiness. Kamu bisa custom aplikasi agar bisnismu lebih eksklusif.

Tunggu apalagi? Yuk daftar Jebusiness dan miliki aplikasimu sendiri.

Read More
Bisnis, Ecommerce

Hadapi Resesi 2023 Apa Yang Perlu Dipersiapkan?

Beberapa waktu belakangan pemerintah mengatakan akan terjadi resesi global di tahun 2023 akibat lonjakan inflasi. Nah pertanyaanya apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi resesi? Berikut beberapa cara untuk hadapi resesi yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Investasi
    Investasi menjadi cara yang cukup efektif untuk menghadapi dampak inflasi. Berbagai jenis investasi dapat menjadi pilihan salah satunya investasi emas yang terbukti tahan terhadap inflasi. Harga Emas cenderung stabil, sehingga sangat aman jika digunakan untuk berinvestasi jangka panjang.
  2. Mempelajari keterampilan baru hingga berimprovisasi
    Dengan waktu yang ada, kamu bisa mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat. Misalnya dengan mengikuti pelatihan online. Kamu bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya hingga dapat berimprovisasi dengan ilmu yang telah kamu dapat.
  3. Membangun jejaring atau relasi
    Selain mempelajari keterampilan baru kamu juga harus membangun jejaring atau relasi. Banyaknya relasi akan sangat menguntungkan saat kamu merintis usaha atau bisnis.
  4. Mencari penghasilan tambahan dari keahlian yang sudah dikembangkan
    Setelah kamu mengembangkan keahlian kamu, saatnya kamu mencari penghasilan tambahan selain gaji. Kamu bisa menjadi freelancer yang bekerja diluar jam kantor.
  5. Mengembangkan bisnis jualan online
    Jualan online menjadi salah satu alternatif penjual untuk bisa mengembangkan produk yang ditawarkannya. Berbagai media berjualan juga semakin banyak pilihannya. Salahsatunya adalah Jebusiness. Aplikasi Jebusiness merupakan aplikasi custom dengan harga yang relatif terjangkau, dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan kamu mengembangkan bisnis jualan online kamu. Kamu bisa custom tema aplikasi sesuai keinginan beserta nama dan logo produkmu, Jadi aplikasinya akan lebih eksklusif dibandingkan dengan marketplace-marketplace yang ada.

Nah diatas merupakan ulasan apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi resesi 2023. Apabila kamu masih penasaran dengan Aplikasi Jebusiness di poin 5, kamu bisa langsung memnghubungi tim Jebusiness. Kamu bebas tanya sepuasnya dan dapatkan penawaran menarik dari kami. Tunggu apa lagi? Yuk daftar Jebusiness dan hadapi resesi 2023 bersama-sama.

Read More