Bisnis

11 Contoh Perusahaan Go Public yang Sukses di Indonesia

DoranDev – Banyaknya IPO (Initial Public Offering) atau perusahaan go public, membuat laju pertumbuhan ekonomi meningkat. Salah satu faktornya yaitu perusahaan memperoleh pendanaan dari masyarakat yang membeli sahamnya. Perusahaan yang go public dapat meningkatkan brand awareness di mata masyarakat luas. Berikut ini merupakan beberapa contoh perusahaan go public dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal Indonesia. 

Contoh Perusahaan Go Public di Indonesia

Di Indonesia, sudah banyak perusahaan yang telah memilih untuk go public. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya serta meningkatkan kredibilitas perusahaan. Keuntungan lainnya, masyarakat juga mendapat kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang sukses. Berikut beberapa contoh perusahaan go public yang populer: 

1. Bank Central Asia (BBCA) 

BCA
SC: VOI

Bank Central Asia atau yang lebih dikenal dengan BCA merupakan salah satu perusahaan perbankan yang konsisten dengan nilai kapitalisasi pasar besar di BEI. Perusahaan yang kini dimiliki oleh Group Djarum ini mempunyai nilai market cap sebesar 1.087,902 triliun rupiah. Harga saham berkode BBCA mencapai lebih dari 8.700 per lembar dengan saham yang beredar sejumlah 2.914.546.140 lembar. 

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 

BRI
sc: Liputan6.com

Perusahaan go public terbesar berikutnya juga berasal dari sektor perbankan yaitu BRI. Tercatat, saham perusahaan perbankan BUMN dijual dengan harga 4.590 per lembar dengan kapitalisasi pasar senilai lebih dari 688 triliun rupiah. Per Januari 2022, saham BRI dijual seharga Rp4.160 per lembar dan kini dijual seharga Rp4.590. Hal ini menunjukkan bahwa  kenaikan harga sahamnya hanya kurang dari 10% sepanjang tahun. 

Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Perusahaan, Biar Bisnis Makin Produktif!

3. Bank Mandiri (BMRI) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: VIVA

Masih dari sektor keuangan, Bank Mandiri atau BMRI juga termasuk perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Saham perusahaan perbankan hasil penggabungan 5 bank kecil pasca krisis moneter ini dijual dengan harga di atas Rp10.000 per lembar. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 466 triliun rupiah. Harga saham BMRI dijual sekitar Rp 7.000 per saham. Dilansir dari Investbro, sepanjang tahun 2022 harga saham BMRI naik sekitar Rp 3.000 per lembar atau lebih dari 40%. 

4. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) 

Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
SC: Bromindo

Lembaga yang didirikan sejak tahun 1875 ini menjadi salah satu perusahaan tersukses di pasar modal sejak tahun 1998. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk dikenal karena bangunannya berfungsi sebagai rumah, tempat bisnis, dan tempat pemujaan. Selain itu, ada juga beberapa hotel yang dibangun di bawah JSPT, antara lain Hyatt Regency di Yogyakarta dan Bali, Mercure di Sanur, Ibis di Jakarta, Pop! Hotel di Bandung, Grand Hyatt Bali, dan Andaz Bali.

5. MNC Land (KPIG) 

MNC Land
SC: IDNFinancials

Siapa yang tidak kenal dengan MNC Group? Raksasa media dan hiburan ini juga memiliki perusahaan yang bergerak di sektor pengembangan properti yaitu MNC Land (KPIG). Harga saham KPIG terus mengalami perkembangan meski sempat terjatuh karena pandemi. Sebagai salah satu contoh perusahaan go public yang sukses di Indonesia, KPIG berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya sebesar 69% di kuartal pertama tahun 2023. 

Baca Juga: Aplikasi Bisnis Untuk Memulai Bisnismu

6. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, merupakan salah satu perusahaan digital terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang App Development. Sejak awal perdagangannya, perusahaan ini telah menunjukkan kesuksesan. GoTo Gojek Tokopedia menawarkan berbagai layanan yang membantu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Layanan utamanya, meliputi aplikasi Gojek, e-commerce, dan dompet digital.

7. Telkom Indonesia (Persero) (TLKM) 

Telkom
SC: Detik.com

Telkom yang merupakan perusahaan BUMN dan bergerak di bidang telekomunikasi ini berhasil mencapai saham berstatus blue chip. Tidak hanya di BEI, Telkom juga sudah listing di New York Stock Exchange dengan kode TLK. Kini 52.09% saham perusahaan dimiliki oleh Pemerintah RI dan 47% sisanya dimiliki oleh masyarakat secara luas. Harga sahamnya juga terbilang stabil, sebab saham perusahaan dijual dengan harga 4.180 per lembar pada awal tahun 2022. 

8. Bayan Resources (BYAN) 

Contoh Perusahaan Go Public
SC: Lombok Insider

Didirikan oleh Low Tuck Kwong pada tahun 1973, Bayan Resources bergerak di bidang pertambangan batubara dan terletak di Kalimantan Timur. Harga batubara yang terus meningkat sepanjang tahun membuat harga saham ikut meningkat, dari Rp26.000 per lembar menjadi Rp92.000 per lembar di tahun 2022. Tingginya harga saham ini menjadikan Bayan Resources menjadi salah satu saham dengan harga termahal di BEI. 

9. Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
sc: baritorenewables

PT Barito Renewables Energy Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi baru terbarukan, khususnya pembangkit listrik panas bumi (geothermal). Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia, BREN menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga menjadi bagian dari grup bisnis Barito Pacific dan terus memperluas investasinya di sektor energi hijau.

10. DCI Indonesia Tbk (DCII)

DCI Indonesia Tbk (DCII)
sc: Sumut – VOI

PT DCI Indonesia Tbk adalah penyedia layanan pusat data (data center) yang melayani berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan (cloud computing) dan transformasi digital, DCI Indonesia berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

11. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
sc: IDX Channel

PT Amman Mineral Internasional Tbk merupakan perusahaan pertambangan yang berfokus pada produksi tembaga dan emas melalui tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa. Sejak resmi menjadi perusahaan terbuka, AMMN berhasil masuk dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga terus mengembangkan fasilitas pengolahan mineral untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambangnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi CRM untuk Bisnis Anda!

Penutup 

Beberapa contoh perusahaan go public di Indonesia yang telah dijelaskan tadi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat berkembang dan mencapai kesuksesan. Setiap perusahaan wajib mengelola bisnisnya dengan baik. Salah satunya bisa menggunakan aplikasi bisnis online dari DoranDev. Fitur-fitur di dalam aplikasi akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi CS kami di sini! 

Read More
Bisnis, Sistem Manajemen

Perusahaan Go Public: Syarat dan Keuntungannya

DoranDev – Pernah mendengar tentang perusahaan yang “Go Public”? Istilah ini sering didengar dalam dunia bisnis. Go Public mengacu pada suatu perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada publik. Proses go public biasanya diawali dengan Initial Public Offering (IPO), yaitu perusahaan menawarkan saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek. Untuk mengetahui lebih lengkap, simak pengertian dari perusahaan go public berikut dan keuntungannya. 

Pengertian Go Public pada Perusahaan

Pengertian Go Public
SC: Freepik

Istilah Go Public atau Initial Public Offering (IPO), merujuk pada proses transformasi sebuah perusahaan dari tertutup menjadi terbuka. Di Indonesia, perusahaan dengan konsep ini wajib mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini ditandai dengan penambahan kata ‘Tbk’ di akhir nama perusahaan. 

Perusahaan yang Go Public membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki saham dan menjadi bagian dari perusahaan. Dana yang terkumpul dari penjualan saham ini digunakan untuk keperluan ekspansi dan pelunasan hutang yang dimiliki perusahaan. Sebagian besar perusahaan yang go public di Indonesia berasal dari industri perbankan, kebutuhan sehari-hari, hingga pertambangan. Namun, di akhir tahun 2020 menunjukkan bahwa sektor teknologi mulai mendominasi. 

Baca Juga: 9 Komunitas Bisnis di Indonesia untuk Kembangkan Relasi

Keuntungan Perusahaan Go Public 

Keuntungan Go Public
SC: Freepik

Perusahaan perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk go public. Dana yang diperoleh dari masyarakat dapat digunakan untuk berbagai keperluan perusahaan, salah satunya ekspansi bisnis. Selain itu, perusahaan yang go public juga dianggap lebih kredibel. Berikut sederet keuntungan yang dapat diperoleh dari perusahaan go public: 

1. Meningkatkan Company Value

Bagi perusahaan yang bersifat private, mengukur kekuatan reputasi terutama di mata investor bisa menjadi tantangan besar. Namun, berbeda dengan perusahaan yang telah go public, ketika perusahaan telah go public, mereka menawarkan sahamnya kepada publik di bursa efek. Hal ini memungkinkan perusahaan dapat melihat secara langsung reaksi investor terhadap reputasi dan prospek bisnisnya. 

2. Membangun Citra Perusahaan 

Salah satu keuntungan utama dari perusahaan go public adalah meningkatnya reputasi dan kredibilitas. Perusahaan yang menawarkan saham kepada publik akan mendapat perhatian dan sorotan dari berbagai pihak, mulai dari investor, media, dan masyarakat umum. Hal ini bisa menambah citra positif di hadapan publik. Selain membuat masyarakat jadi lebih percaya karena transparansinya, akses ke pendanaan juga menjadi lebih luas. 

3. Mempertahankan Kelangsungan Usaha 

Perusahaan yang dikenal oleh publik, akan berpotensi lebih besar mempertahankan kesejahteraannya. Saat go public, perusahaan menjadi lebih dikenal dan dipercaya masyarakat. Sehingga, dapat meningkatkan penjualan produk atau jasa yang ditawarkan. Dana yang diperoleh perusahaan juga bisa digunakan untuk mengembangkan strategi penjualan agar berjalan lebih optimal. 

4. Memudahkan Akses ke Perbankan dan Pasar Uang 

Perusahaan yang go public akan lebih dikenal dan dipercaya oleh perbankan. Ketika perusahaan perlu meminjam uang, prosesnya bisa jauh lebih lancar. Tingkat bunga yang dibebankan dari perbankan juga biasanya lebih rendah. Hal ini dikarenakan credit risk perusahaan yang telah go public dinilai lebih kecil daripada sebelum melakukan IPO. 

5. Menghindarkan Perusahaan dari Pailit 

Keuntungan yang terakhir yaitu menghindarkan perusahaan dari pailit. Dana yang didapat dari penjualan saham kepada publik dapat digunakan sebagai cadangan keuangan. Dana ini sangat penting karena bisa mengatasi masalah keuangan yang terjadi di masa depan. Masalah yang bisa saja terjadi, seperti tagihan yang belum dibayar, biaya operasional tak terduga, hingga risiko kebangkrutan akibat ekonomi yang tidak stabil. 

Baca Juga: 5 Manfaat Website Perusahaan Bagi Kelangsungan Bisnis

Konsekuensi yang Perlu Dihadapi Perusahaan Go Public 

Konsep Go Public
SC: Freepik

Meski ada banyak keuntungan yang bisa didapat ketika perusahaan memutuskan untuk go public, ada pula konsekuensi yang perlu dihadapi. Salah satunya memenuhi kewajiban dalam memberikan laporan keuangan secara berkala kepada publik serta otoritas yang berwenang. Sehingga, perusahaan wajib mematuhi standar dan regulasi yang ketat. Berikut sederet konsekuensinya. 

1. Berbagi Kepemilikan 

Ketika perusahaan memutuskan untuk go public, mereka harus siap berbagi kepemilikan perusahaan dengan masyarakat umum. Sebab, saham perusahaan dapat dibeli dan dimiliki oleh publik. Hal ini akan mengurangi persentase kepemilikan pada pemegang saham. Jika pemegang saham kehilangan kendali atas perusahaannya, maka bisa menimbulkan kekhawatiran tertentu. 

2. Mematuhi Pasar Modal 

Perusahaan wajib mematuhi peraturan yang berlaku di pasar modal. Peraturan ini diterbitkan guna membantu perusahaan dapat berkembang dengan baik. Jika kesulitan dalam mematuhi peraturan, perusahaan bisa memanfaatkan jasa profesional untuk membantu memenuhi segala peraturan yang berlaku di pasar modal. 

Syarat Menjadi Perusahaan Publik

Syarat Go Public
SC: Freepik

Terdapat serangkaian syarat yang harus dipenuhi perusahaan jika ingin go public. Perusahaan wajib mematuhi standar dan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas keuangan dan pasar modal, seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Berikut persyaratan yang harus disiapkan ketika ingin menjadi perusahaan go public: 

  • Perseroan Terbatas (PT) sudah beroperasi sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Perusahaan memiliki aktiva bersih berwujud sekurang-kurangnya Rp5,000,000,000 (lima miliar rupiah) dengan laporan keuangan audit tahun buku terakhir memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Menjual sekurang-kurangnya 150 juta saham atau 20% dari jumlah saham yang diterbitkan untuk ekuitas kurang dari Rp500,000,000 (lima ratus miliar Rupiah); 15% dari jumlah saham yang diterbitkan untuk ekuitas mulai dari Rp500,000,000 (lima ratus miliar Rupiah) sampai dengan Rp2,000,000,000,000 (2 triliun Rupiah); 10% dari jumlah saham yang diterbitkan untuk ekuitas lebih dari Rp2,000,000,000,000 (2 triliun Rupiah).
  • Jumlah pemegang saham publik sekurang-kurangnya 500 pihak.

Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Perusahaan, Biar Bisnis Makin Produktif!

Penutup 

Secara keseluruhan, ada banyak keuntungan yang didapat bagi perusahaan go public. Namun, perlu diingat bahwa perusahaan akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mematuhi regulasi ketat. Agar keuangan perusahaan bisa jadi lebih optimal, Anda dapat menggunakan aplikasi bisnis online dari DoranDev. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi CS kami di sini! 

Read More