Contoh mode bisnis canvas minuman
Bisnis

4 Contoh Bisnis Model Canvas Minuman Beserta Penjelasannya

DoranDev – Bisnis model canvas (BMC) dalam beberapa tahun belakangan mulai banyak digunakan untuk bisnis kuliner. Baik itu bisnis makanan maupun minuman. Ini karena lebih mudah dan dapat dipahami. Apa saja contoh bisnis model canvas minuman? Simak beberapa di antaranya dalam artikel kali ini.

Mengapa Harus Bisnis Model Canvas?

bisnis model canvas (1)
sc: Strategyzer

Sebelum mengetahui contoh bisnis model canvas minuman, Anda perlu ketahui mengapa model ini sangat efektif bagi perkembangan bisnis. Setidaknya, jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah:

  • Memudahkan dalam merancang operasional bisnis di kemudian hari.
  • Perancangan ide bisnis lebih mudah dipahami karena menggunakan kerangka yang lebih ringkas.
  • Investor lebih tertarik dan mudah memahami maksud Anda saat mengajukan proposal bisnis.
  • Proses evaluasi bisnis lebih praktis, sehingga pengambilan keputusan lebih tepat sasaran dan lebih efisien.

Pertanyaan Saat Menggunakan BMC

bisnis model canvas (2)
sc: Glints

Ketika menggunakan strategi mode bisnis canvas (BMC), ada baiknya Anda untuk membuat sejumlah pertanyaaan. Tujuannya, untuk memudahkan dalam merancang apa yang harus dilakukan nantinya. Beberapa pertanyaan ini meliputi:

  • Siapa target pembeli produk?
  • Apa keunggulan produk Anda dan mengapa konsumen harus membelinya?
  • Bagaimana cara mendapatkan konsumen dan melakukan promosi bisnis?
  • Bagaimana menjaga hubungan baik dengan konsumen sekaligus mengumpulkan testimoni positif?
  • Apa produk yang ditawarkan nantinya dan bagaimana produk itu menghasilkan pendapatan?
  • Strategi apa yang dilakukan untuk menciptakan nilai tambah?
  • Sumber daya yang dibutuhkan dan berapa banyak aset apa yang diperlukan?
  • Siapa pemasok bahan baku dan mitra bisnis Anda?
  • Apa pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis?

Baca juga: Apa Itu Bisnis Model Canvas? Penjelasan dan Elemennya!

Contoh Bisnis Model Canvas Minuman

Berikut empat contoh bisnis model canvas dalam usaha minuman yang dapat Anda coba dan menguntungkan keuntungan yang cukup besar jika ditekuni dengan baik.

1. Minuman Boba Kekinian

boba
sc : pexels

Berikut ini adalah contoh bisnis model canvas dalam bentuk minuman boba beserta penjelasannya di tiap variabel.

Segmen Pelanggan:

  • Remaja dan dewasa muda
  • Pekerja kantoran
  • Penggemar tren kuliner

Proposisi Nilai:

  • Minuman manis dengan varian rasa unik
  • Topping boba segar dan homemade
  • Desain kemasan menarik dan Instagramable

Saluran Distribusi:

  • Gerai fisik
  • Layanan pesan antar (GoFood, GrabFood)
  • Instagram dan TikTok

Hubungan dengan Pelanggan:

  • Program loyalitas (stempel, poin)
  • Promo rutin di media sosial
  • Interaksi langsung di gerai

Sumber Pendapatan:

  • Penjualan per cup
  • Paket hemat
  • Penjualan merchandise (tumbler, sedotan stainless)

Sumber Daya Kunci:

  • Bahan baku berkualitas
  • Resep racikan khas
  • Tim barista dan kasir yang ramah

Kegiatan Kunci:

  • Produksi dan penyajian minuman
  • Promosi digital dan kolaborasi
  • Manajemen stok dan kualitas

Mitra Kunci:

  • Pemasok bahan (teh, susu, boba)
  • Platform pemesanan online
  • Food influencer dan content creator

Struktur Biaya:

  • Pembelian bahan baku
  • Biaya sewa dan utilitas
  • Gaji staf dan biaya promosi

2. Kedai Kopi (Coffee Shop)

Contoh mode bisnis canvas minuman (2)
sc: Pixabay

Contoh pertama yang paling mudah adalah bisnis kedai kopi atau coffee shop. Dimana bisnis ini menjamur sejak beberapa tahun belakangan. Untuk analisis model canva bisnis kedai kopi bisa dilihat berikut:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Pecinta kopi
  • Profesional yang mencari tempat kerja atau pertemuan
  • Pelanggan yang ingin bersantai
  • Mahasiswa

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Kopi berkualitas tinggi dengan berbagai pilihan biji kopi
  • Beragam metode penyeduhan kopi
  • Lingkungan yang nyaman untuk bersantai atau bekerja
  • Makanan ringan yang cocok dengan kopi

Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko kopi fisik
  • Layanan pesan antar
  • Aplikasi pemesanan kopi
  • Penjualan grosir kepada kafe dan restoran lain

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Layanan pelanggan yang ramah
  • Program loyalitas pelanggan
  • Aktivitas promosi melalui media sosial dan acara komunitas
  • Umpan balik pelanggan yang dipedulikan

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan kopi dan minuman terkait
  • Penjualan makanan ringan
  • Merchandise (misalnya, mug, kaos, gelas kopi)
  • Layanan katering

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Bahan baku biji kopi
  • Mesin kopi dan peralatan
  • Tim barista terampil
  • Lokasi yang strategis

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Riset dan pengembangan menu
  • Persiapan dan penyajian minuman
  • Manajemen persediaan
  • Pemasaran dan promosi

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Pemasok biji kopi
  • Pemasok makanan ringan
  • Mitra pengiriman
  • Kolaborasi dengan produsen peralatan kopi

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Biaya bahan baku
  • Biaya gaji karyawan
  • Biaya penyewaan dan utilitas
  • Biaya pemasaran dan iklan

Baca juga: 4 Contoh Bisnis Model Canvas Makanan dan Penjelasannya!

3. Contoh Bisnis Model Canvas Minuman Sehat

Contoh mode bisnis canvas minuman (3)
sc: Wolt

Minuman sehat pun kini juga masuk dalam contoh bisnis model canvas minuman yang laris manis. Misalnya usaha minuman sehat jus buah dan lainnya. Pasalnya, semakin banyaknya orang yang mulai menyadari pola hidup sehat. Untuk skema BMC-nya adalah:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Individu yang peduli akan kesehatan
  • Orang-orang yang mencari minuman segar dan alami
  • Pelanggan yang sedang diet atau berusaha menurunkan berat badan
  • Orang-orang yang ingin meningkatkan asupan vitamin
  • Pelanggan yang mencari minuman penambah energi

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Jus buah segar dan alami
  • Minuman sehat tanpa tambahan gula atau pengawet
  • Pilihan berbagai jenis buah dan kombinasi rasa
  • Kemudahan dalam mendapatkan asupan vitamin dan nutrisi
  • Minuman yang menyegarkan dan memberikan energi

 Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko jus buah fisik
  • Layanan pesan antar
  • Penjualan online melalui situs web dan aplikasi mobile
  • Kios di pusat perbelanjaan atau pasar
  • Kolaborasi dengan restoran sehat dan gym

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Layanan pelanggan yang ramah dan informatif tentang manfaat jus buah
  • Program loyalitas pelanggan
  • Umpan balik pelanggan yang dipedulikan
  • Edukasi tentang nutrisi dan kesehatan melalui blog atau media sosial

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan jus buah segar
  • Penjualan paket langganan harian, mingguan, atau bulanan
  • Penjualan jus dalam kemasan botol atau kemasan penyimpanan jangka panjang
  • Penjualan makanan ringan atau produk tambahan
  • Layanan katering jus buah untuk acara khusus

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Bahan baku buah segar dan berkualitas
  • Mesin jus dan peralatan pemrosesan
  • Tim karyawan yang terampil dalam persiapan jus
  • Lokasi strategis untuk toko atau kios
  • Reputasi merek yang kuat dalam minuman sehat

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Riset dan pengembangan menu jus
  • Persiapan dan penyajian jus buah
  • Manajemen persediaan buah dan bahan lainnya
  • Pemasaran dan promosi, termasuk penyediaan sampel rasa
  • Pelatihan karyawan dalam penyediaan jus yang konsisten

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Pemasok buah segar
  • Penyedia layanan pengiriman
  • Kolaborasi dengan restoran sehat dan pusat kebugaran
  • Sponsorship oleh merek-merek produk kesehatan
  • Mitra untuk program langganan

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Biaya bahan baku buah segar
  • Biaya gaji karyawan
  • Biaya penyewaan atau operasi toko atau kios
  • Biaya pemasaran dan iklan
  • Biaya peralatan dan mesin jus

4. Usaha Minuman Es Krim

Contoh mode bisnis canvas minuman (1)
sc: Pexels

Berikutnya adalah usaha minuman es krim. Dari dulu sampai sekarang usaha ini bisa dikatakan sebagai usaha yang tetap laris manis. Khususnya tidak hanya anak muda saja, tetapi juga bagi anggota keluarga terutama anak-anak. Model BMC-nya yang bisa Anda contoh adalah:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Anak-anak dan keluarga
  • Remaja dan dewasa muda
  • Pecinta es krim
  • Pelanggan yang mencari makanan penutup
  • Pelanggan yang merayakan acara khusus

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Beragam rasa es krim yang lezat
  • Kualitas es krim yang tinggi
  • Kreativitas dalam topping dan presentasi
  • Pilihan menu khusus untuk kebutuhan diet tertentu (misalnya, es krim rendah lemak, es krim vegan)
  • Suasana toko yang nyaman dan menarik

Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko es krim fisik
  • Penjualan dari gerobak atau kendaraan bergerak
  • Pesanan dan pengiriman melalui situs web atau aplikasi mobile
  • Kemitraan dengan restoran atau kafe lokal
  • Kios es krim di pusat perbelanjaan

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Layanan pelanggan yang ramah dan pelayanan cepat
  • Program loyalitas pelanggan dengan kartu poin atau diskon
  • Promosi melalui media sosial dan kampanye pemasaran
  • Respons cepat terhadap masukan pelanggan
  • Penawaran paket ulang tahun atau acara khusus

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan es krim dalam berbagai ukuran porsi
  • Penjualan menu khusus seperti milkshake dan sundae
  • Penjualan pilihan topping dan saus tambahan
  • Penjualan es krim dalam kemasan pint atau galon
  • Layanan katering untuk acara-acara spesial

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Bahan baku untuk pembuatan es krim
  • Mesin pembuat es krim dan peralatan penyajian
  • Tim karyawan yang terampil dalam pembuatan dan penyajian es krim
  • Lokasi yang strategis dan menarik
  • Merek yang kuat dan desain toko yang menarik

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Pembuatan es krim dengan berbagai rasa
  • Persiapan dan penyajian es krim dengan kreativitas dalam topping
  • Manajemen persediaan bahan baku
  • Pemasaran dan promosi produk
  • Pelatihan karyawan dalam penyajian es krim yang berkualitas tinggi

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Pemasok bahan baku es krim (susu, gula, rasa, topping)
  • Mitra layanan pengiriman atau aplikasi pemesanan
  • Kolaborasi dengan restoran, kafe, atau hotel setempat
  • Mitra untuk acara-acara khusus atau festival
  • Sponsorship atau kerjasama dengan acara komunitas

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Biaya bahan baku (susu, gula, rasa, topping)
  • Gaji karyawan
  • Biaya penyewaan atau operasi toko
  • Biaya pemasaran dan iklan
  • Biaya peralatan dan mesin penyajian es krim

Baca juga: Inilah 10 Ide Bisnis Gila yang Punya Cuan Besar

Penutup

sc: Pinterest

Setidaknya itulah empat contoh bisnis model canvas minuman yang bisa Anda terapkan. Sebenarnya, masih ada banyak lagi contohnya dengan poin-poin yang tak jauh berbeda. Apapun bentuk bisnis minumannya, pastikan Anda menjalankan model tersebut dengan baik.

Jangan lupa gunakan aplikasi dan software untuk mendukung bisnis lebih praktis dan efisien di era digital. DoranDev memiliki sejumlah software dan aplikasi untuk mendukung bisnis di era digital. Mulai dari aplikasi kasir, marketplace, dan lainnya. Semoga bermanfaat!

Read More
Contoh Bisnis Model Canvas Fashion 
Bisnis, Sistem Manajemen

Contoh Bisnis Model Canvas Fashion, Sukses di Industri Mode!

DoranDev – Industri fashion menjadi peluang bisnis menarik karena terus berkembang setiap tahunnya. Jika Anda berminat untuk berbisnis di bidang ini, perlu merancang strategis khusus. Oleh karena itu, butuh yang namanya Bisnis Model Canvas (BMC). Tools ini membantu merencanakan strategi bisnis serta menemukan solusi yang tepat jika terjadi masalah. Berikut pengertian dan contoh Bisnis Model Canvas fashion yang perlu Anda ketahui. 

Pengertian Bisnis Model Canvas Fashion

Pengertian Bisnis Model Canvas Fashion
SC: Freepik

Industri fashion terus berinovasi dan menyesuaikan kebutuhan pasar yang dinamis. Hal ini membuat Anda perlu merancang Bisnis Model Canvas (BMC) yang tepat. Pengertian dari Bisnis Model Canvas adalah kerangka kerja yang efektif untuk merancang dan menggambarkan strategi bisnis di industri pakaian atau fashion. Berbagai produk fashion yang biasa ditemukan, antara lain seperti pakaian siap pakai, aksesoris, sepatu, dan lainnya.

Salah satu elemen dari BMC yaitu saluran distribusi. Saat ini, arus globalisasi dan teknologi terbuka lebar sehingga lebih mudah bagi Anda untuk menjangkau pasar internasional. Penting dalam menentukan saluran distribusi apa saja yang digunakan untuk memberikan berbagai kemudahan bagi konsumen. Tak heran, bisnis fashion memberikan kesempatan dan keuntungan menggiurkan jika tumbuh dengan baik. 

Baca Juga: Apa Itu Bisnis Model Canvas? Penjelasan dan Elemennya!

Fungsi Membuat Bisnis Model Canvas 

Fungsi Bisnis Model Canvas Fashion
SC: Freepik

Bisnis Model Canvas (BMC) merupakan fondasi kesuksesan sebuah bisnis. BMC dapat membantu Anda merinci dengan jelas berbagai elemen kunci, seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, dan saluran distribusinya. Keberhasilan BMC ini juga terletak pada kemampuan dalam menggambarkan hubungan antar elemen, sehingga Anda bisa melihat gambaran besar dari keseluruhan bisnis. Berikut fungsi dari membuat bisnis model canvas: 

1. Lebih Mudah Mengambil Keputusan

Rancangan Bisnis Model Canvas (BMC) menjadi panduan untuk pengambilan keputusan berbisnis yang lebih efektif. Keputusan tersebut meliputi hubungan antara komponen-komponen bisnis dan lainnya. BMC membuat pengambilan keputusan lebih jelas sekaligus mengurangi mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan khususnya dalam bidang fashion. Anda juga dapat mengelola dan mengoptimalkan bisnis karena pengambilan keputusan menjadi tepat sasaran. 

2. Melakukan Uji Konsistensi Hubungan Setiap Komponen

Ketika mendirikan bisnis fashion, Anda ingin menawarkan bahan dengan kualitas premium dan harga yang lebih tinggi. Hal ini merujuk kepada segmen pasar kelas atas. Ini akan berimplikasi terhadap siapa yang menjadi suppliernya, apakah karyawan di toko fisik maupun online terlatih dengan baik, serta kualitas pakaian atau aksesoris yang dijual. 

3. Menguji Pasar dan Asumsi

Sebelum meluncurkan produk dan merancang strategi, penting untuk melakukan penelitian dengan menguji kebutuhan pasar dan asumsi dasar bisnis. Sebagai contoh, apakah desain produk dengan gaya retro akan diminati konsumen? Anda dapat melibatkan audiens untuk mengetahui kebutuhan mereka melalui survei, wawancara, atau feedback langsung. Sehingga, pelaku bisnis fashion bisa membangun strategi bisnis yang lebih relevan dan responsif terhadap pasar. 

4. Mengetahui Efek dari Perubahan yang Dilakukan 

Model bisnis senantiasa sesuai preferensi konsumen, perusahaan yang mengubah nilai proporsinya, dan lain-lain. Dengan membuat contoh Bisnis Model Canvas fashion, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi setiap perubahan pada desain bisnis, mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, dan saluran distribusi. Adanya BMC memungkinkan bisnis fashion Anda tetap responsif terhadap perubahan pasar, memberikan keunggulan dalam update tren dan kebutuhan pelanggan yang berubah. 

Baca Juga: 100 Usaha yang Menjanjikan dengan Untung Besar, Berani Coba?

Contoh Bisnis Model Canvas Fashion 
SC: Freepik

Ada beberapa elemen yang diperlukan dalam merancang BMC. Contoh yang dapat diambil yaitu dari bisnis fashion bermerk “Fashionista”. Fashionista merupakan merek pakaian yang berfokus pada pakaian siap pakai untuk wanita yang ingin tampil modis namun memiliki harga terjangkau. Segmentasi pasarnya yaitu wanita dengan usia relatif muda. Berikut contoh Bisnis Model Canvas Fashion yang bisa Anda jabarkan. 

  1. Segmentasi Pelanggan, bisnis Fashionista lebih cocok untuk wanita usia 18-35 tahun yang mengikuti tren mode terkini dan mencari pakaian modis dengan harga terjangkau. Latar belakangnya meliputi, mahasiswa atau ibu rumah tangga muda. 
  2. Proposisi Nilai, hal yang menjadi nilai jual yaitu desain modis dan mengikuti tren terkini. Selain itu, kualitasnya juga terbilang baik dan memiliki harga terjangkau. 
  3. Saluran Distribusi, distribusinya melalui toko fisik Fashionista di pusat perbelanjaan dan outlet dengan lokasi strategis. Fashionista juga melakukan penjualan online melalui situs web sendiri dan menawarkan pengiriman ke seluruh wilayah negara.
  4. Hubungan dengan Pelanggan, menciptakan hubungan baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah dan responsif. Kehadiran di media sosial juga berpengaruh untuk selalu berinteraksi dengan pelanggan. 
  5. Sumber Pendapatan, sumber pendapatan utama berasal dari penjualan pakaian melalui toko fisik dan situs web Fashionista. Pendapatan tambahan diperoleh dari promosi khusus, diskon, atau koleksi khusus.
  6. Sumber Daya Kunci, sumber daya yang berperan penting, di antaranya tim desain untuk menciptakan koleksi baru, tim produksi, toko fisik, dan situs web. 
  7. Aktivitas Kunci, dapat menciptakan koleksi pakaian yang mengikuti tren dan sesuai dengan gaya target pelanggan. Mampu memproduksi pakaian berkualitas baik dan mengadakan promosi, diskon, atau koleksi khusus. 
  8. Mitra Kunci, meliputi pemasok bahan pakaian berkualitas tinggi. Selain itu, pihak logistik yang mengatur pengiriman serta pemasok ketiga untuk memasarkan produk dari Fashionista. 
  9. Struktur Biaya, Anda perlu mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk produksi, bahan baku, tenaga kerja, biaya operasional, pemasaran, dan promosi. 

Baca Juga: Ide Bisnis Crafting yang Menguntungkan dan Memiliki Nilai Jual Tinggi

Penutup

Pengertian dan contoh Bisnis Model Canvas Fashion tadi semoga bisa membantu Anda sebagai pengusaha di industri mode. Agar bisnis semakin berkembang dan operasionalnya lebih efisien, bisa menggunakan aplikasi bisnis online atau website penjualan dari DoranDev. Temukan berbagai produk atau jasa untuk bisnis Anda, mulai dari absensi online, website penjualan, aplikasi kasir, dan masih banyak lagi. Semoga bisa membantu bisnis Anda berkembang pesat! 

Read More
Contoh Bisnis Model Canvas Kue Brownies
Bisnis

Contoh Bisnis Model Canvas Kue, Kunci Sukses Pemula!

DoranDev – Sebagai pengusaha, ada banyak strategi dan model berbisnis yang bisa diterapkan, salah satunya yaitu Bisnis Model Canvas (BMC). Anda bisa menerapkannya di berbagai bidang bisnis, termasuk kuliner seperti brownies, kue, keripik, minuman, dan coffee shop. BMC membuat Anda lebih mudah dalam merancang strategi bisnis, mengidentifikasi peluang, dan mengatasi tantangan dalam industri makanan. Berikut pengertian dari masing-masing komponen serta contoh bisnis model canvas kue. 

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

Apa Itu Bisnis Model Canvas?
SC: Freepik

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat representasi visual yang dapat menjelaskan sebuah proses bisnis. Anda dapat lebih mudah dalam memahami bisnis secara garis besar tanpa perlu dokumen business plan panjang lebar. BMC menyajikan teori ekonomi sederhana dan efektif, sehingga memudahkan manajer dalam merancang solusi model bisnis. Usaha Anda juga dapat diketahui titik kekurangan dan kelebihannya. 

Fungsi Bisnis Model Canvas Kue

Fungsi Bisnis Model Canvas Kue
SC: Media Edukasi Indonesia

BMC dapat membantu pebisnis kue merancang secara sistematis mengenai elemen-elemen kunci yang diperlukan dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Komponen tersebut, di antaranya segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, dan sumber pendapatan. Dikutip dari Perencanaan Bisnis dan Cara Mudah Menyusun Business Plan oleh Mutiara Arda, dkk berikut fungsi dari Bisnis Model Canvas Kue: 

  1. Membantu memberikan gambaran singkat tentang model bisnis kue karena lebih mudah dipahami oleh siapa pun karena memiliki bagan yang singkat
  2. Dapat diubah sesuai kebutuhan bisnis yang dijalankan, karena kebutuhan akan berbeda untuk bisnis kue basah, kue kering, dan lainnya
  3. Cocok bagi pemula yang sedang merintis bisnis kue
  4. Mampu menjelaskan berbagai aspek bisnis terkait satu sama lain, mulai dari produksi kue yang efisien, pemilihan bahan baku berkualitas hingga strategi pemasaran yang tepat
  5. BMC bisa dijadikan panduan untuk model bisnis kue yang efektif 

Baca Juga: 4 Contoh Bisnis Model Canvas Makanan dan Penjelasannya!

Contoh Bisnis Model Canvas Kue 

Bisnis model canvas diperlukan jika Anda ingin mengetahui target pasar dan menciptakan keunikan pada makanan yang dijual. BMC memudahkan dalam mengukur keberhasilan suatu bisnis. Ini bisa menjadi cara efektif agar bisnis terus berkembang dan mengetahui kebutuhan pelanggan secara spesifik. Berikut ada beberapa contoh bisnis model canvas kue yang bisa Anda terapkan. 

1. Bisnis Kue 

Contoh Bisnis Model Canvas Kue
SC: Freepik

Berikut adalah contoh bisnis model canvas untuk usaha kue: 

Segmentasi Pelanggan: 

  • Pelanggan yang mencari kue untuk acara khusus 
  • Penggemar kue klasik 
  • Orang yang mencari kue untuk diet khusus

Nilai Tawaran: 

  • Kue dengan resep turun temurun 
  • Variasi rasa yang unik
  • Kue khusus bebas alergi

Saluran Distribusi: 

  • Melalui toko fisik
  • Pesan-antar 
  • Penjualan melalui toko roti dan kafe lain

Hubungan dengan Pelanggan: 

  • Melalui toko fisik yang ramah pelanggan 
  • Program loyalitas

Sumber Pendapatan: 

  • Penjualan kue secara langsung 
  • Pesanan khusus 
  • Penjualan grosir ke toko-toko lain

Sumber Daya Kunci: 

  • Dapur dengan peralatan yang lengkap 
  • Ketersediaan bahan baku
  • Tenaga kerja terampil

Aktivitas Kunci: 

  • Proses pembuatan 
  • Dekorasi yang menarik 
  • Pengemasan

Mitra Kunci: 

  • Mencari pemasok bahan baku berkualitas tinggi 
  • Menemukan mitra yang potensial seperti toko-toko ritel yang menjual produk kue Anda

Struktur Biaya: 

  • Hitung biaya produksi
  • Biaya pemasaran
  • Biaya tenaga kerja
  • Biaya lain untuk menentukan harga jual sesuai dengan keuntungan yang diinginkan

2. Bisnis Kue Brownies 

Contoh Bisnis Model Canvas Kue Brownies
SC: Freepik

Berikut adalah contoh bisnis model canvas kue brownies yang bisa Anda terapkan: 

Segmentasi Pelanggan: 

  • Pelanggan yang gemar mengkonsumsi makanan penutup 
  • Pecinta coklat 
  • Orang yang mencari makanan manis untuk acara khusus

Proposisi Nilai: 

  • Menawarkan brownies klasik 
  • Memiliki variasi rasa yang unik
  • Membuat brownies bebas gluten untuk pasar yang lebih luas

Saluran Distribusi: 

  • Toko fisik
  • Penjualan online melalui situs web atau platform e-commerce 
  • Melalui toko ritel lainnya

Hubungan dengan Pelanggan:

  • Melalui pemasaran media sosial 
  • Program loyalitas
  • Layanan pelanggan yang ramah

Sumber Pendapatan: 

  • Berasal dari penjualan kue brownies langsung 
  • Penjualan grosir 
  • Pesanan brownies khusus untuk acara-acara tertentu

Sumber Daya Kunci: 

  • Identifikasi bahan baku kue brownies
  • Peralatan dapur untuk membuat brownies
  • Tenaga kerja yang terampil membuat brownies berkualitas

Aktivitas Kunci: 

  • Proses produksi untuk kue brownies berkualitas tinggi
  • Packaging
  • Pengiriman

Mitra Kunci: 

  • Menemukan pemasok bahan baku berkualitas tinggi 
  • Mencari toko-toko ritel untuk menjual produk brownies Anda

Struktur Biaya: 

  • Hitung biaya produksi 
  • Biaya pemasaran 
  • Biaya tenaga kerja 
  • Biaya lain untuk menentukan harga jual yang sesuai dengan keuntungan yang diinginkan.

Baca Juga: 3 Contoh Bisnis Model Canvas Minuman Beserta Penjelasannya

Penutup

Bagi Anda yang ingin memulai berbisnis, bisa menerapkan contoh bisnis model canvas kue yang telah dijelaskan tadi. Jika ingin meningkatkan efisiensi operasional, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat website atau aplikasi bisnis sendiri di DoranDev. DoranDev menyediakan berbagai macam jasa, seperti pembuatan website penjualan, aplikasi bisnis, aplikasi kasir, absensi, dan masih banyak lagi. Semoga bermanfaat! 

Read More
Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Terkini
Bisnis

3 Contoh Bisnis Model Canvas Hijab 2024, Seperti Apa?

Doran Dev – Anda tertarik memulai Bisnis Model Canvas (BMC) untuk produk hijab, tetapi bingung harus memulai dari mana? Artikel ini akan membahas tuntas definisi dan contoh Bisnis Model Canvas Hijab yang perlu Anda pelajari. Yuk, simak selengkapnya dan jangan ada yang terlewatkan, ya!

Apa Itu Bisnis Model Canvas Hijab?

Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Terbaik
sc: Pixabay

Beberapa tahun terakhir BMC banyak digunakan oleh pebisnis yang bergerak di bidang fashion. Pasalnya, melalui cara ini pebisnis dapat menyusun rencana kerja yang merinci hal-hal terkait ide bisnis dengan lebih efektif dan efisien. Nantinya kerangka yang disusun tersebut akan menjadi panduan bagi pebisnis pemula untuk merancang langkah-langkah dasar dalam menjalankan usahanya.

Hal itu tentu juga akan memudahkan para pemula dalam membuat proposal yang memiliki nilai jual tinggi guna memperoleh investor. Pun dengan proses evaluasi bisnis yang jadi lebih ringkas, sehingga pengambilan keputusan tepat pada sasaran yang dituju.

Baca juga: Apa Itu Bisnis Model Canvas? Penjelasan dan Elemennya!

3 Contoh Bisnis Model Canvas Hijab

Contoh Bisnis Model Canvas Hijab
sc: Pexels

Nah, setelah memahami apa itu bisnis model canvas, kini Anda bisa menemukan inspirasi yang lebih spesifik. Berikut ini telah kami rangkumkan lima contoh bisnis model canvas hijab yang layak Anda coba. Let’s get down to the list!

1. Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Waterproof

Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Waterproof
sc: Pixabay

Tren modest fashion di Indonesia terus berkembang pesat. Banyak inovasi menarik yang dilakukan oleh pengusaha di bidang ini. Misalnya, dengan menciptakan produk hijab waterproof atau anti-air. Analisis bisnis model canvas yang bisa Anda pelajari, yaitu:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Muslimah
  • Pelajar dan Mahasiswa
  • Pecinta fesyen
  • Hijaber yang beraktivitas di luar ruangan

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Unik
  • Sederhana
  • Nyaman
  • Fashionable

Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko hijab fisik
  • Sosial Media
  • E-Commerce

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Real picture
  • Testimoni
  • Membership
  • Aktivitas promosi melalui media sosial dan acara komunitas

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan hijab waterproof
  • Penjualan aksesori hijab, seperti jarum/peniti/bros

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Penjahit
  • Admin sosial media
  • Admin e-commerce
  • Fotografer dan Videografer

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Riset dan pemilihan bahan
  • Proses produksi/jahit
  • Pemasaran dan promosi

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Reseller
  • Dropshipper

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Pembelian bahan
  • Produksi
  • Promosi

Baca juga: 4 Contoh Bisnis Model Canvas Makanan dan Penjelasannya!

2. Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Lukis

Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Lukis
sc: Pexels

Hijab lukis menjadi salah satu ide produk yang inovatif dan menarik untuk membuat bisnis Anda unggul di masyarakat. Peminat hijab lukis juga cukup banyak, terutama para pecinta karya seni. Analisis bisnis model canvas hijab lukis yang bisa Anda pelajari, yaitu:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Muslimah
  • Pecinta karya seni
  • Selebriti/influencer
  • Ibu-ibu kalangan pejabat

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Mewah
  • Eksklusif
  • Nyaman
  • Fashionable

Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko hijab fisik
  • Sosial Media
  • E-Commerce

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Real picture
  • Testimoni
  • Membership
  • Aktivitas promosi melalui media sosial dan acara komunitas

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan hijab lukis
  • Penjualan aksesori hijab, seperti jarum/peniti/bros

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Penjahit dan pelukis
  • Admin sosial media
  • Admin e-commerce
  • Fotografer dan Videografer

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Riset dan pemilihan bahan
  • Proses produksi
  • Pemasaran dan promosi

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Reseller
  • Dropshipper

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Pembelian bahan
  • Produksi
  • Promosi

Baca juga: 3 Contoh Bisnis Model Canvas Minuman Beserta Penjelasannya

3. Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Sport

Contoh Bisnis Model Canvas Hijab Sport
sc: Pixabay

Didesain secara khusus untuk muslimah yang gemar berolahraga, produk hijab sport menjadi produk bisnis yang menguntungkan. Hijab ini dibuat dengan bahan yang mampu menyerap keringat serta lentur, seperti jersey. Tujuannya agar tetap nyaman dipakai saat melakukan aktivitas olahraga. Analisis bisnis model canvas hijab sport yang bisa Anda pelajari, yaitu:

Segmen Pelanggan (Customer Segments):

  • Muslimah
  • Pelajar dan Mahasiswa
  • Atlet

Proposisi Nilai (Value Propositions):

  • Nyaman
  • Sesuai kebutuhan
  • Menyerap keringat
  • Fashionable

Saluran Distribusi (Channels):

  • Toko hijab fisik
  • Sosial Media
  • E-Commerce

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):

  • Real picture
  • Testimoni
  • Membership
  • Aktivitas promosi melalui media sosial dan acara komunitas

Sumber Pendapatan (Revenue Streams):

  • Penjualan hijab sport
  • Penjualan aksesori hijab, seperti manset

Sumber Daya Kunci (Key Resources):

  • Penjahit
  • Admin sosial media
  • Admin e-commerce
  • Fotografer dan Videografer

Aktivitas Kunci (Key Activities):

  • Riset dan pemilihan bahan
  • Proses produksi
  • Pemasaran dan promosi

Mitra Kunci (Key Partnerships):

  • Reseller
  • Dropshipper

Struktur Biaya (Cost Structure):

  • Pembelian bahan
  • Produksi
  • Promosi

Penutup

apa itu payroll
sc: Freepik

Itulah beberapa contoh bisnis model canvas hijab yang mungkin dapat menginspirasi Anda. Pastikan di era digital seperti saat ini Anda juga menyiapkan aplikasi bisnis online untuk mendukung kelancaran usaha. DoranDev adalah pilihan tepat untuk Anda yang membutuhkan layanan terlengkap di bidang IT. Mulai dari aplikasi kasir, marketplace, dan lainnya. 

Read More
bisnis model canvas (1)
Bisnis

Apa Itu Bisnis Model Canvas? Penjelasan dan Elemennya!

DoranDev – Bisnis model canvas semakin banyak digunakan dalam menggambarkan strategi bisnis oleh perusahaan maupun perseorangan dalam beberapa tahun belakangan. Model tersebut berupa gambaran beberapa elemen yang saling berkaitan digambarkan dalam satu kotak atau kanvas. Seperti apa model bisnis ini? Simak ulasannya!

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

bisnis model canvas
sc: Catarina Design

Bisnis model canvas atau dikenal BMC adalah strategi pengelolaan bisnis dengan pola yang disusun sedemikian rupa. Tujuannya untuk menjabarkan konsep dan ide dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Model ini jauh lebih ringkas dan kini banyak digunakan di bisnis startup.

Strategi ini dikenalkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur dalam bukunya yang berjudul “Business Model Generation” yang diterbitkan pada tahun 2010. Tujuan dari BMC adalah untuk membantu organisasi merancang, menganalisis, dan berinovasi dalam model bisnis mereka.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Model Bisnis, Manfaat, dan Jenisnya!

9 Elemen Bisnis Model Canvas

bisnis model canvas (2)
sc: Glints

Agar bisnis model canvas berjalan dengan baik, ada setidaknya sembilan elemen yang harus dipenuhi. Dimana elemen-elemen ini saling berhubungan satu dengan lainnya. Berikut di antaranya:

1. Customer Segment

Pertama yakni segmentasi konsumen atau customer segment. Yakni siapa saja nantinya yang jadi target untuk bisnis Anda. Agar lebih mudah membedakan segmentasi ini, dipecah menjadi tiga bagian utama yaitu customer jobs, customer gain, dan customer pain. Penjelasannya:

  • Customer jobs: apa kebutuhuan yang konsumen miliiki, apakah produk yang ditawarkan membantu konsumen.
  • Customer gain: di sini menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya diharapkan konsumen dari produk yang Anda tawarkan.
  • Customer pain: gambaran tentang emosi negatif konsumen sehingga mereka merasa takut akan risiko yang buruk dan tidak nyaman.

Baca juga: Wajib Tahu, Begini Cara Memulai Bisnis dari Nol!

2. Value Propositions

Selanjutnya nilai konsumen yang menggambarkan produk atau layanan apa yang Anda tawarkan kepada konsumen berdasarkan segmentasinya. Jadi, apa yang menjadi keunggulan produk, manfaat yang diperoleh konsumen, dan alasan mengapa konsumen wajib menggunakan produk Anda. Beberapa yang menjadi insight adalah kebaruan produk, performa, harga, dan lain sebagainya. Sehingga membedakan produk Anda dengan lainnya.

3. Elemen Bisnis Model Canvas – Channel

Channel bisa diartikan sebagai metode bisnis berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumennya. Saluran komunikasi ini beragam, misalnya menggunakan sosial media, website, marketplace, maupun acara yang dilangsungkan oleh perusahaan untuk mengenalkan produk dan layanan yang ditawarkan dengan menggunakan katalog produk.

Baca juga: Bisnis Tanpa Modal Besar, Ini Keuntungan Jadi Reseller!

4. Customer Relationship

Pada elemen bisnis model canvas ini perusahaan harus memperhatikan kapan waktu terbaik untuk terhubung dengan konsumen. Ini tidak hanya terbatas pada produk ini dipasarkan, kapan promosi, dan dimana dijualnya. Namun, faktor lain yang membangun emosional dengan konsumen. Seperti bagaimana menanggapi keluhan, hingga meyakinkan konsumen untuk lebih loyal dan selalu menggunakan produk dan layanan yang Anda tawarkan.

5. Revenue Streams

model bisnis
sc: freepik

Ini adalah elemen yang menggambarkan sumber pendapatan dari bisnis yang Anda lakukan. Revenue streams ini perlu dikelola dengan baik. Misalnya apakah pendapatan didasarkan pada penjualan atau sumber lainnya seperti jasa sewa dan lainnya. Seiring berjalannya waktu, kembangkan pula strategi agar pendapatan ini terus meningkat dari waktu ke waktu.

Baca juga: Mengenal Etika Bisnis yang Baik dan Contohnya dalam Perusahaan

6. Key Activities

Gambaran tentang apa saja yang harus dilakukan dalam sebuah bisnis. Biasanya meliputi tentang produksi, bagaimana mengelola bisnis, pemecahan masalah, pengembangan produk, dan lain sebagainya. Tujuan utamanya di sini adalah menghasilkan sebuah value proposition terhadap produk yang dijual.

7. Key Resources

Meliputi sumber daya apa saja yang dimiliki oleh bisnis agar lebih berkembang. Dalam hal ini terbagi dalam sumber daya fisik seperti bangunan, mesin, dan lainnya. Lalu, ada sumber daya intelektual seperti hak paten, merek, dan sejenisnya. Tak kalah pentingnya adalah sumber daya manusia dan sumber dana yang dimiliki dalam bisnis.

Baca juga: 100 Usaha yang Menjanjikan dengan Untung Besar, Berani Coba?

8. Key Partners

Key partner adalah elemen sumber daya yang ada di luar perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnis. Dengan kata lain, ini bisa berupa kerjasama dengan pihak lain atau pihak ketiga. Contohnya adalah supplier, distributor, ekspedisi, dan lain sebagainya. Termasuk mitra bisnis seperti toko dalam bisnis ritel dan lain sebagainya.

9. Cost Structure

Terakhir adalah cost structure atau skema keuangan dalam pembiayaan operasional perusahaan. Dalam hal ini, Anda perlu mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan per hari, sumber daya, dan lain sebagainya. Untuk skema ini sebaiknya perlu perhitungan yang cermat dan matang.

Baca juga: Pentingnya Laporan Keuangan bagi Bisnis, Ini 5 Alasannya!

Penutup

employee benefits
sc: Freepik

Itulah ulasan singkat mengenai bisnis model canvas beserta elemennya yang perlu diketahui oleh para pebisnis. Pastikan saat membuatnya Anda juga memperhatikan beberapa faktor penentunya. Mulai dari menganalisis kompetitor, mengurutkan segmennya secara sistematis dan menghubungkannya, hingga melakukan review.

Di samping itu, agar bisnis berjalan dengan baik Anda dapat menggunakan berbagai perangkat atau software dengan berbagai fitur unggulan. DoranDev memiliki sejumlah software dan aplikasi untuk mendukung bisnis di era digital. Mulai dari aplikasi kasir, marketplace, dan lainnya.

Semoga bermanfaat!

Read More